Wednesday, May 20, 2009

QT3: Siklus Perkembangan Otak Anak


Catatan dari Quality Time @ Laz Cinere
Sabtu, 16 Mei 2009
09.00 – 12.00
Narasumber: Munif Chatib

PEMBUKAAN: 
Target dari sesi kali ini:
Pulang dari QT hari ini, orangtua dapat berlaku “adil” kepada anaknya. “adil” disini adalah dapat menempatkan sesuatu pada “tempat”-nya. 

Saat ini masih banyak ortu yang berlaku tidak adil, dimana anak berada pada fase A, tetapi menggunakan pendekatan pendekatan untuk anak yang ada di fase B.

Dalam kehidupan ini, semua orangtua ingin membuat sang anak “sukses”. 

Bagaimana orangtuda dapat mengantarkan anak menuju kesuksesan?…ada strateginya… diimana ORANGTUA HARUS MEMAHAMI:
1. siklus kompetensi dan pertimbuhan otak anak.
- sehingga dapat ”memperlakukan” anak dengan adil.
2. multiple intellegencies anak.
 ortu daoat mengetahui ”bakat” dan ”keunggulan” anak, sehingga dapat mengarahkannya dengan benar.
3. konsep ”sekolah unggul” yang benar.
 adanya ”kesepahaman” prinsip antara sekolah dan rumah, sehingga pendekatan yang dipakai sama, mengingat rumah kedua anak adalah sekolah.

Bobbi De Porter, Presiden Learning Forum Supercamp Oceanside California USA mengatakan….
”Pendidikan seorang manusia harus didisain dengan RUMUS AJAIB 7 x 3”, yaitu:
• 7 tahun pertama,.. biarkan anak bebas bermain dan tidak boleh ada hukuman.
• 7 tahun kedua,… kenalkan anak baik dan buruk, hukumlah anak apabila melakukan hal yang buruk.
• 7 tahun ketiga,… beriah anak alternatif-alternatif, biarkan mereka memilih.

”Rumus” tersebut diatas ditemukan oleh Bobbi Porter pada tahun 1999, namun ternyata hal tersebut bukan merupakan ide orisinil dari Bobbi Porter, dimana Bobbi Porter mengutip dari ”pendapat” Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa:
”Biarlah anak-abak kalian BERMAIN dalam 7 tahun pertama, kemudian DIDIK dan BIMBINGLAH mereka dalam 7 tahun kedua, sedangkan 7 tahun ketiga jadikanlah mereka senantiasa bersama kalian dalam MUSYAWARAH dan MENJALANKAN TUGAS.”

Apabila pandangan tersebut dipetakan, maka:
Anak dalam 7 tahun pertama adalah RAJA, 7 tahun kedua adalah PEMBANTU (yang harus taat dalam menjalankan perintah), 7 tahun ketiga menjadi WAZIR (MENTERI) yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya..

Orangtua memiliki ekspekstasi yang bermacam-macam terhadap anaknya, namun.. apabila diringkas,… ekspekstasi orangtua kepada anak-anaknya adalah sebagai berikut:
1. menjadi orang yang berakhlak karimah. ”akhlak” adalah …what you are in the dark..
2. anak memiliki benefiditas (manfaat) bagi dirinya, orangtua, bangsa dan agama.

Lebih jauh lagi,,.. anak ”bermanfaat” memiliki arti yang luas. Anak yang bermanfaat,…tidak selalu harus ”pintar”… namun anak yang ”pintar”… namun tidak disertai dengan akhlak yang baik,.. hasilnya dikuatirkan akan menghasilkan seseorang yang kurang berkarakter dan kurang bermoral.

Apa yang harus diperhatikan orangtua agar sukses mengantarkan sang anak sesuai dengan harapannya?
Apabila 7 tahun ketiga ingin berhasil, maka…
7 tahun kedua harus berhasil, dimana syaratnya
7 tahun pertama harus BERHASIL.

Apabila 7 tahun pertama dilewati oleh orangtua dengan cara yang salah, maka
7 tahun kedua, orangtua akan banyak mengalami hambatan dalam berkomunikasi dengan anaknya, akhirnya…
7 tahun ketiga, si anak tumbuh menjadi pribadi yang kehilangan moral kepercayaan.

Belajar dari pengalaman, apabila orangtua ”salah” melakuan pendekatan,.. pada saat si anak menjadi dewasa akan ”jauh” dengan orangtuanya… padahal pada masa itu,.. kebalikannya.. orangtua yang justru ”tergantung” kepada anaknya… sedangkan si anak malah ”kurang perhatian”/”lupa” kepada ortunya..

7 TAHUN PERTAMA, TAHUN SI RAJA KECIL.
Orangtua seyogyanya:
1. bebas membiarkan anak-anak bertindak, berkeinginan, memberikan perintah, bermain dan bersenang-senang.
 kadang-kadang kita suka bilang:..”anak ga sopan,.. nyuruh2 ortu-nya”… kenapa kita tidak mau disuruh2 oleh darah daging sendiri,… apabila kita ”sukses”di 7 tahun pertama,.. Insya Allah pada 7 tahun kedua, anak akan ”nurut”.

2. memperhatikan mereka dengan santun dan kelembutan dan kasih sayang.
 apabila berbicara dengan anak, lebih baik mata sejajar  lebih mengena

3. memberikan jawaban=jawaban positif atas semua pertanyaan mereka
 pada usia golden age akan timbul banyak pertanyaan,.. jangan di-cut, karena akan membuat semangat si anak menurun dalam fase eksplorasinya.

4. tidak perlu melakukan upaya disiplin yang kaku dan keras.
 percuma apabila menghasilkan disiplin yang negatif.. contohnya,… apabila tidak didepan orangtuanya,. Maka si anak akan melanggar aturan tersebut.
5. anak terdidik dengan mengambil contoh dari orangtua, keluarga, guru dan lingkungannya.
 anak ”belajar” dari learning by doing/example. Jadi apabila kita ingin menyutuh anak sesuatu,.. lebih baik kita menjadi role model.. dan sebaliknya… tindakan negative kita, akan diikuti pula oleh si anak.

6. orangtua hanya menjaga agar kebutuhan anak akan kebebasan senantiasa terpenuhi tanpa harus melupakan keamanan dan keselamatan si anak
 pertimbangkan apakah si anak ”aman” dalam melakukan kreativitas, sehingga ortu tidak meng-cut kreativitas si anak.

7. Orangtua menemani anak dengan kuantitas pertemuan yang banyak.
 salah satunya adalah dengan ”menciptakan” special moment. 
Special moment dapat tercipta diantaranya:
a. Pada waktu bangun tidur *Pada saat anak bangun, yang dilihat pertama kali adalah orangtuanya*
b. Pada saat ”berpisah” ke sekolah atau sebelum berangkat ke kantor… 
c. Pada saat pulang dari sekolah/kantor. *Sebaiknya jangan tanya2 pelajaran pas anak pulang dari sekolah. Apabila orangtua pulang dari kantor dan si anak menyambut dengan ceria.. tandanya.. si anak ”dekat” dengan ortunya*
d. Pada saat anak akan tidur, wajah terakhir yang dilihat adalah wajah kedua orangtuanya.. *apalagi kalo ada ”ritual” tertentu.. akan meninggalkan kenangan yang indah buat si anak*

Hasil yang luar biasa, apabila guru/orangtua berhasil mendidik anaknya dalam 7 tahun pertamanya:
1. Berkembangnya bakat terpendam dalam diri anak.
dengan adanya kebebasan, anak akan leluasa dalam menuangkan kreativitasnya tanpa ”takut”  bakat terpendam akan muncul  tinggal ortu/guru yang mengarahkannya.

2. Timbulnya ”kepercayaan” anak terhadap guru/orangtua
Apabila ortu tanggap terhadap kebutuhan anak secara jasmani dan rohani  anak akan menanamkan rasa percaya pada ortunya.
 PR untuk orangtua agar ”trust” anak diberikan kepada kita.

3. Kesiapan anak dalam menghadapi masa ketaan (7 tahun kedua).
Apabi,a guru/ortu mempunyai rasa percaya terhadap anaknya, dan sebaliknya,  anak akan senantiasa mendengarkan nasehat, saran dan menerima larangan2 yang masuk akal dari guru/ortunya.

4. Ketenangan psikologis anak selama masa berikutnya.
”Betapa baiknya masa kecil seorang anak yang dilalui dengan penuh aktivitas dan penuh kenakalan, sehingga pada masa dewasanya akan menjadi orang yang tenang dan sabar”
(Muhammad Rasulullah SAW).

Menurut Dr A Joseph Bursteln:
a. 99% permasalahan yang dialami anak berusia ”golden age” berasal dari kesalahan orangtua dan guru di sekolah formal.
Anak-anak ”tidak salah”,.. yang harus berubah adalah ”ortunya”
Sofa mahal diloncat2i,.. yang salah adalah ”sofa”-nya.. kenapa ”nyaman”, sehingga anak-anak tertarik untuk bereksplorasi  orangtua harus memfasilitasi agak ”kreativitas” dapat tersalurkan.

b. Rumah dan sekolah seperti ”penjara”, akan mengekang kebebasan anak untuk bertindak.
”karakter” adalah what you are in the dark.
Karakter ada di alam bawah sadar (80-85%).
Alam bawah sadar terdiri dari:
1. memori  harusnya diisi dengan kenangan2 yang indah, 
2. self image  julukan yang kita berikan kepada anak,
3. personality
4. habit
Hubungannya antara ke-empatnya:
Apabila dalam diri anak terdapat banyak memori negatif dan ditambah dengan self image yang terbentuk *misalnya kita men-cap anak ”tidak bisa”*.. maka akan terbentuk personality yang negatif (quitter/sombong).. dan akan menimbulkan habit yang negatif pula.

c. Berharap anak disekolah/rumah menuruti perintah guru/ortu untuk selalu tenang dan diam adalah sebuah kesalahan besar.
 lebih baik, ortu/guru yang masuk ke dunia anak,…

Menurut Benjamin S. Bloom, dalam Stability and Change in Human Characteristic membuktikan bahwa:
50% kemampuan belajar seseorang ditentukan dalam 4 tahun pertamanya,
30%-nya dikembangkan dalam usia 5 – 8 tahun, dan sisanya
20% pada usia 9 tahun ke atas.

MASA 7 TAHUN KEDUA,MASA PRA REMAJA
1. Perubahan dalam bentuk fisik.
2. Mampu membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam batas tertentu
3. Kewajiban mendengarkan dan mentaati perintah orangtua.
4. Awal pembelajaran tentang tanggung jawab.
5. Punishment diperbolehkan ddalam alasan dan batas waktu tertentu.
6. Penerapan disiplin, pengawasan dan kemandirian anak.
7. Tahapan yang paling penting dalam pengembangan daya pikir, ketajaman ingatan dan kecepatan dalam melakukan tindakan.
8. Pendidikan adab dan akhllak sangat dominan pengaruhnya untuk kelanjutan tahapan selanjutnya

MASA 7 TAHUN KETIGA, MASA REMAJA
1. Mempunyai ciri dominan perasaan yang peka
2. Masa proses pencarian dan penentuan figur yang diikuti dalam rangka proses pencarian jati diri.
3. Masa pelaksanaan dan tanggung jawab akan tugas harian, sosial dan masyarakat.
4. Tumbuh kebutuhan untuk didengar pendapatnya.
5. Masa yang paling penting untuk menunjukkan eksistensi dan benefiditas kualitas manusia.

Posted by mamabumi at 23:30:37 | Permalink | No Comments »

Sunday, May 17, 2009

Udah gede…

setting: bumi lagi di kamar baru selesai mandi siang,,.. mau ke ultah-nya aira.mama lagi pake-in bajunya bumi, bumi meneruskan games yang tadi dimainkan oleh papa dan ade (girly games: yang pake2in baju n things ke tubuhnya si model).

tau2,.. pas pake-in celana dalam….

mama:.. kakak.. kok penisnya keras?

bumi: iya, mengeras sendiri,.. kakak pengen cium2 yang itu..abis cantik deh…

*papa selesai mandi, mama lapor ke papa..*

bumi: papa nemu games ini dimana sih?

papa: kakak,.. ini games untuk untuk orang gede,..kakak jangan deh main games itu lagi..

Posted by mamabumi at 09:16:48 | Permalink | No Comments »

Thursday, May 14, 2009

One-ribet-day

Kejadiannya hari rabu kemarin,… bukan saya.. tapi FAZ bersama anak-anak.

Hari rabu, FAZ punya niat untuk mengantarkan bumi ke sekolah. kebetulan ada meeting di sunter… jadi bisa berangkat agak siang. Jadilah saya pergi ke kantor “nebeng” sama aki, terus naik dephub.

Sebetulnya tanda-tanda sudah kelihatan. (1) Bumi tidak mau sarapan; (2) Pas saya pamit ke bumi, dan bilang bahwa hari ini papa yang akan mengantar ke sekolah… bumi malah bilang…”mau sama mama”…. tapi kami acuhkan…

Ternyata: (1) Tas bumi ketinggalan!…*bumi sudah dibujuk supaya masuk ke kelas dulu, nanti tas akan diantar,.. tapi ga mau!..* lagi ribet2nya merayu bumi dan berusaha untuk mendatangkan si tas,… (2) Ade pup!.. *ade sekarang kalo siang ga pake pampers,.. sekalipun pergi…* (3) Ani ga bawa kerudung!…

Bagaimana cara menyelesaikan masalah?.. (1) Mba Imas naik ojeg untuk ambil tas..(2) Terpaksalah aa yayammhh yang “turun” tangan untuk meng-handle ade!..

Yang baru saya tau..*saya tanyakan keesokan harinya, mengingat aa yayammhhh pasti bete berat*: (a) aa yayamhh harus melewati kerumunan ibu-ibu di laz pada saat membawa ade ke kamar mandi… (awalnya membopong ade dengan posisi tengkurap,lama di toilet sekolah lalu setelah selesai menggandeng ade.. pasti para ibu2 itu tau yaa.. “apa yang terjadi)… (b) miting di sunter terpaksa di reschedule... (c) aa yayammhh harus menunggu 1 jam di BR.. (padahal akan dilanjutkan dengan miting di sunter).

Membayangkan hal ini,.. saya mesem2 aja………duuuh… keputusan saya untuk tidak berkirim2 pesan kepada aa yayammhhh pas hari rabu kemarin, sepertinya keputusannya tepat.. daripada mendapat balasan yang memperlihatkan ke-bete-annya….

sabar ya hun,… kan gara2 kejadian itu,…sekarang ade mau dipeluk kan…. kalo pagi2…*sebelumnya ade lebih memilih aki*

Posted by mamabumi at 22:22:09 | Permalink | No Comments »

Sunday, May 10, 2009

Pertarungan

jobdesc mama kalo dirumah yang utama pas weekend adalah: (1) nyuapin; (2) mandiin; (3) nemenin.

kalo nyuapin, walaupun dalam waktu yang bersamaan dan menu yang sama.. kebanyakan harus 2 piring. satu piring kakak, dan satu lagi piring ade….

si kakak minta, piring kakak yang harus dipegang,..*artinya piring ade yang ditaro di lantai,.. secara makannya ga biasa di meja makan*.. nah.. nanti tinggal tuh… sesuap kakak… sesuap ade..

kakak, punya jiwa kompetisi yang sangat,.. bayangin aja… ntar suka nanya..”kakak udah berapa suap ma?… ade berapa suap?”… kalo ade punya suapan yang lebih… marah2lah si kakak.. sampe2… mama harus menyuapkan 2-3 suapan dulu ke kakak.. baru ke ade…*yang ada, ade malah bengong… dan sabar menanti*..

kalo makan sama balado… yang punya kakak: hanya di cocol aja sambelnya *ga boleh ada cabe-nya*.. kalo si ade?.. harus kliatan si cabe!!.. nanti ade bilang…”ga pa pa kok.. ga pa pa”….

minum,.. walopun dengan minuman yang sama,.. harus 2 juga…. kalo cuman 1 gelas,.. kebanyakan si ade ga boleh minum dari gelas si kakak!….

tapi, menurut saya.. ade masih lebih jawara.. secara ade masih mau makan sayur.. kalo mama lagi makan pecel or soto ayam,.. se-pedes apapun.. rasanya ga afdol.. kalo ade ga minta….

dalam urusan mandi-pun ga jauh beda..

kalo ketauan ade mandi lebih dulu,.. ga lama si kakak nyusul.. daaan…. gimana caranya si kakak harus “menang”.. akhirnya si ade “lagi2″ harus ngalah…. maksudnya… ade harus “nunggu” giliran kembali….walopun.. misalnya si ade udah selesai duluan,.. tetep ga boleh handukan sebelum kakak handukan….

lini terus berlanjut… sampe pake baju…kalo si ade udah duluan,. kadang2 harus tuh celana ade dibuka lagi,… *biar kakak menang*

untuk urusan tidur aja.. ade lebih sedikit menang… *karena masih nenen*… jadi mama harus berakrobat,… badan menghadap ade *sambil nenen*.. nanti tangan kanan harus “pok-pok” kakak… *kalo ga pokpok… tangan harus memegang buku sambil baca*

alhamdulilaaah…. kakak n ade masih punya bonding yang besar sama mama yaa.. walopun ditinggal kerja

Posted by mamabumi at 14:58:39 | Permalink | No Comments »

Dicari: Proyek Kreatif

masih berusaha untuk mengamalkan apa yang didapat dari QT. terutama untuk: (a) nahan emosi dan (b) menjadi lebih kreatif.

minggu pertama minggu lalu).. cuman bawa print out gambar ben10 dan dora.. hihihi….. bumi n kira suka banget.. 

bumi tau aja gimana nyenengin orang2… sekarang ditambah bilang gini…”makasih mama baik.. makasih papa baik”.. sama hore-nya itu looh.. kayaknya “dalem” banget.

minggu lalu ditambah “mengkaryakan” bumi untuk bantuin ngelap kaca kamar mandi… ini terunpsirasi dari peringatan “hari bumi” di laz.. anak3 disuruh bawa alat bebersih… akhirnya bumi dibiarkan memegang semprotan kaca n lap…. lumayaaaan…… ada energi bumi yang disalurkan ke tempat lain.. *walopun ngabisin 1/3 botol alat pembersih kaca itu*

proyek lainnya…:bikin jelly… tadinya mau disuruh ngaduk2 “adonan” di atas kompor… cuman sebentar… mungkin panas… akhirnya in charge untuk memasukan adonan ke cetakan.. hehehe.. bleber ke mana2  *lantai^.. untung adonan yang tercecer di lantai.. beberapa menit kemudian ikut mengeras.. jadi ga terlalu bikin becek dapur…

minggu ini,… sama.. bantuin bersihin kaca kamar mandi *secara noda air blom ilang2 juga* dan sore tadi bantuin papa : cuci mobil.. hehehe… masih standar… blom yang advanced2 banget..

minimal satu yang harus ditanamkan:.. “jangan banyak larangan”,… liat dari segi keingintahuannya..

1 proyek yang saya janjikan ke bumi yang belom direalisasikan… inventaris barang2 didapur…. hahaha.. ga kebayang.. pasti banyak deg-deg-annya.. kalo ngebongkar n ngitungin piring n gelas2….

aa yayammhhh.. juga berperan… kalo dia sih.. dari segi olah raga…. kalo kemaren2 bumi seneng main badminton sama mama *ada kemajuan,.. sekarang sudah bisa memukul kok sendiri… dan mengembalikan pukulan dari mama…*.. sekarang seneng nendang bola…. dulu… sama aa yayammhh.. dibeliin bola *beneran*.. maksudnya bola untuk standar main bola dewasa… bola kulit…. nah si bola ini harus dilambungkan dulu.. baru ditendang…. jadi,.. karena bolanya “berat”… yang ada bumi malah ganggu ade…

kemarin mampir di toko favorit *toko yang ada di komplek AL*,.. hehehe.. banyak item2 yang murmer.. dan kalo ada kebutuhan,… lumayan ada-lah.. bisa dilewatin sambil jalan “pulang”.. tanpa harus macet n bingung masalah parkir… nemu bola… hehehe.. .. ga sampe sepuluh ribu..langsung aja.. direquest untuk dibeli…..

akhirnya si bola itu bisa melampiaskan kemauannya bumi.. dilambungkan.. terus ditendang….. lumayaaan…. 

minggu depan,… apa lagi yaa kegiatan lainnya?… *mudah2an masih tetep bisa konsisten bikin “proyek” yaa…*

Posted by mamabumi at 14:38:20 | Permalink | No Comments »

Saturday, April 25, 2009

QT2: Membuat Proyek Kreatif dengan Multiple Intelligence

Catatan dari Quality Time @ Laz Cinere
Sabtu, 25 April 2009
09.00 – 12.00
Narasumber: Munif Chatib

PEMBUKAAN: 
Target dari sesi kali ini:

Dalam satu bulan ke depan, orangtua setidaknya telah bisa membuat satu proyek kreatif bersama anak.

Pertanyaan “standar” orangtua kepada anak setiap hari adalah:
“Tadi disekolah belajar apa?”
Dan jawaban si anak kebanyakan: (a) tidak tahu; (b) tidak bisa.
Si anak sudah membayangkan, apabila ia menjawab “belajar matematik”, maka si orang tua akan memberikan pertanyaan “test” buat anak.

Bila hal ini terjadi, si anak akan langsung menjawab “tidak bisa”, hal ini akan “memutuskan” serangkaian “pertanyaan” yang akan diberikan oleh si ortu. *anak2 emang pinter yaa… tau aja… ^–^*

Lebih baik pendekatan diubah.
Pernyataan yang ortu berikan pada saat pulang ke rumah adalah:
“sayang,… mama punya proyek hebat,.. yuuk nanti kita sama-sama kerjakan, kalau kamu sudah tidak capai lagi”…

Atau, pertanyaan yang diajukan, misalnya:
”Sayang, tadi ada kejadian heboh apa di sekolah?…….
Dengan demikian, si anak bersemangat untuk ”bercerita”..

MATERI:

Anak ”kreatif”, identik dengan ”nakal”..
Padahal, anak kreatif itu:

1. Lancar berpikir
Anak mampu memberikan banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan.
* kebayang kaan,.. kita sering nanya apa,.. dijawab apa… kadang2 jawabannya ngaco suraco bukan?…*

2. Fleksibel dalam berpikir
Mampu melihat suatu masalah dalam berbagai sudut pandang
*si ibu ”heboh”, karena ”mbak” ga dateng,… dan langsung men-judge si mbak malas,… tiba2 si anak nyeletuj..”mba sakit bu…*

3. Orisinil (asli) dalam berpikir
Mampu memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain (diluar perkiraan/khas

4. Elaborasi
Mampu memberikan banyak gagasan-gagasan dengan menggabungkan beberapa ide
*risiko: dapur kotor, rumah berantakan = hasil elaborasi si kecil*

5. Imaginatif
Suka dengan khayalan dan sering bermain peran khayalan
*membayangkan dirinya sebagai ”ibu”, atau ”spiderman, sedangkan untuk anak remaja.. khayalan berupa ”fiksi ilmiah”*

6. Senang menjajaki lingkungannya
Senang dengan bermain, mengumpulkan dan meneliti makhluk hidup dan benda mati yang ada dilingkungannya
*ciri anak ”naturalis* 

7. Banyak mengajukan pertanyaan
Suka mengajukan pertanyaan secara spontan berkaitan dengan pengalaman baru anak atau hasil berpikir anak
* Tuhan itu laki-laki atau perempuan? Tuhan itu ada banyak ya? Kan ada dimana-mana*

8. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
Suka memperhatikan sesuatu yang dianggap menarik dan mendalaminya sampai puas
*sedang bertamu ke rumah seseorang, melihat kristal yang menarik, mata selalu tertuju, pelan-pelan mendekati kristal.. diangkat… terus jatuh.. katanya.. abis berat.. jadi dibagi dua aja deh*

9. Suka melakukan eksperimen
Suka melakukan percobaan dengan berbagai cara untuk memuaskan rasa ingin tahu dan penasarannya

10. Menerima rangsangan baru
Senang dan terbuka mendapatkan rangsangan dan pengalaman baru

11. Berminat melakukan banyak hal
Suka melakukan hal-hal yang baru, berani mencoba hal baru dan tidak takut terhadap tantangan

12. Tidak mudah merasa bosan
Anak tidak mudah bosan melakukan sesuatu, apabila puas, maka akan melakukan sesuatu yang lain lagi
*jadi inget bumi, suka main ”berantem2an”, setelah robot ”bosen”, play dough selesai dicetak.. diadu2 sampai ”kaki, tangan dan kepala” pada ”copot”*

KAPAN KREATIVITAS ANAK DIMULAI?

Ilustrasi:
Kertas putih diberikan kepada ”bayi”, kertas itu akan di-*lihat2*, terus setelah bosen,.. akan disobek2… terus kalo udah bosen… kertas akan masuk mulut.

Sekarang kertas tersebut diberikan kepada anak remaja.
Tanggapan: ”oh ini kertas”.  tidak ada reaksi apapun.

Dari ilustrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa:
• 50%, kreativitas akan berkembang pada umur 0 – 4 tahun
• 30% , berkembang pada usia 5 – 8 tahun
• 20%, akan berkembang pada usia > 9 tahun.

Pak Munif bercerita dari pengalaman teman-temannya yang berada di Tokyo.
Suami-istri : Karyawan.
Begitu, istri hamil, maka istri akan mengundurkan diri. Pada hari pengunduran diri, si calon ibu harus pidato didepan teman-teman dan bos-nya.
“sori ya teman-teman n Pak Bos,.. saya ”resign” dulu.
Sepanjang kehamilan, si calon ibu akan mengambil ”kursus seputar kehamilan, kelahiran dan parenting”. 

Si ibu akan kembali bekerja pada saat anak berumur 8 tahun, dan rata-rata akan berkarier setelah anak berusia > 8 tahun.
*kalo abis gitu, ada anak kedua gimana ya?….*

KREATIVITAS ANAK MUNCUL APABILA…………

1. Anak diberikan kesempatan kebebasan berekspresi sesuai dengan perkembangan otaknya.
* ibu sedang masak, anak masuk dapur.. lebih baik dikasih space dengan ruang yang ”aman” daripada muncul kata-kata ”jangan…….”*

2. Anak berkembang dalam suasana rumah dan sekolah yang nyaman dan menyenangkan
* sekali ”rumah/sekolah” tidak nyaman buat anak, kreativitas tidak muncul. Salah satu tanda anak merasa nyaman dirumah, apabila ayah/ibu pulang dari kantor… anak-anak dengan ceria menyambut kedatangannya. Sekolah yang hanya berfokus untuk menyeragamkan satu aspek kecerdasan, akan membuat sekolah seperti sekolah ”robot”.

3. Anak beraktivitas tanpa ada paksaan, tekanan dan hukuman
* hukuman ada 2 macam, fisik, berupa pukulan, jewer, dll sedangkan psikis  marah, membentak, melotot, keluar kata-kata ”ga denger mama, ga punya telinga”. Kata-kata tersebut akan masuk dalam pikiran si anak dan akan menancapkan kaki-kaki negatif dalam dilri anak. Kaki-kaki negatif dapat dibabat dengan cara (a) discovering ability dan (b) minta maaf

4. Anak belajar dengan cara belajarnya, yaitu cara yang disukainya
*ga selalu harus duduk manis di meja belajar*

5. Anak selalu dilatih dan ditantang untuk kreatif.
*apabila 1 proyek kreatif berhasil akan ”ketagihan”*

DUA RASASA PEMBUNUH KREATIVITAS
a. Closing test 
Mengukur kecerdasan dalam arti ”sempit”, hanya 1-2 kecerdasan yang diukur.
*anak mendapat nilai 3 untuk ulangan matematika, berasa ”habis” dunia akhirat*

b. Disability test
Hanya berusaha menemukan kelemahan anak
*seseorang apabila di-fokuskan pada kelemahannya,.. maka orang tersebut akan sulit untuk ”berkembang” dan menemukan benefiditasnya

PROYEK KREATIF DIRUMAH BERDASARKAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLEGENCE
1. Kecerdasan Bahasa
a. Menjadi reporter berita *si anak baca headline di koran*, dibacakan di depan keluarga
b. Membuat buletin keluarga
c. “cerita Heboh” hari ini di sekolah
d. Rekaman rahasia *pake MPEG-3, si anak merekam suaranya,.. lalu hasil rekaman di dengar bersama-sama*
e. Kultum 7 menit *mengenai apa aja*
f. Pesan rahasia *si anak menulis di kertas tentang apa aja *termasuk misalnya keinginannya*, digulung dan imasukkan ke botol,..nanti pesan tersebut dibaca oleh ortunya.
g. Diskusi *meminta anak untuk memberikan alternatif solusi*
h. Cerpen mini
i. Catatan mimpi *anak menulis mimpinya*
j. Scrabble
k. Kalimat hari ini *anak diminta menyusun suatu kalimat dari beberapa kata yang diacak*

2. Matematis Logistis
a. Membuat suatu percobaan sederhana *ide dapat diambil misalnya dari 1.000 penemuan einstein.
b. Mencatat logistik *menghitung berapa sendok, piring, dll yang ada di dapur*
c. Hipotesaku, *membiasakan anak untuk memberik hipotesa tentang suatu masalah*
d. Teka teki hari ini *bisa berupa teka teki jail*
e. Video Games *sebenarnya merangsang beberapa aspek kecerdasan, karena didalamnya ada ”pengambilan keputusan” atau spasial visual, namun harus ada ”frame time” mengenai kesepakatan waktu”

3. Spasial Visual
a. Desain buku *anak menyampul buku dengan karyanya*
b. Warna dunia *mencampur2 warna dari 3 warna dasar, ditulis campurannya, nama warnanya dan dipamerkan*
c. Kolektor *mengkoleksi hasil karya anak*
d. Ahli puzzle, *cari gambar di internet/koran.. digunting2.. dan ditempelkan kembali*
e. Simbol rumahku, *anak diminta menggambar simbol tentang segala sesuatu di lingkungan rumah, mulai dari pintu pagar, dapur, kamar, dll*

4. Kinestetis
a. Karyaku, *anak dibiasakan membuat kerajinan tangan berbagai karya, dipajang*
b. My sport, *fokus untuk menyenangi dan melakukan olahraga rutin yang disenangi*
c. Menari
d. Permainan rakyat, *gobak sodor, benteng2an, engklek,*
e. Bermain layang2
f. Kerajinan tangan *misalnya origami*

5. Interpersonal
a. Memimpin acara keluarga, *misalnya si anak memimpin doa*
b. Membuat acara unik mingguan *seputaran rumah atau tetangga*
c. Silaturahmi, *berkunjung ke rumah saudara atau teman, dan memberikan tugas *khusus* (tanya kakak x, pelajaran sekolah yang paling sulit buat kakak x apa)
d. Telepon/sms keluarga dekat
e. Mengunjungi musibah ” menggugah empati anak*
f. Membuat pohon keluarga, *tanya ke kakek, nenek*

6. Intrapersonal
a. Membuat diary, *tidak usah menerapkan SPO, atau membuat puisi*
b. Koleksi tokoh, *memberikan caraan tentang tokoh-tokoh yang berhasil di berbagai bidang*
c. Bermain peran, *anak menjadi ortu, dan mencoba mengatasi suatu permasalahan yang dihadapi anaknya*
d. Membuat jadwal aktivitas mingguan s/d bulanan.
e. Muhasabah kid, *membuat buku anggaran amalan kebaikan dan kejelekan, misalnya di akhir minggu dihitung: masuk surga atau neraka*

7. Naturalis
a. Memelihara binatang yang disukai dan memberi nama pada binatang tersebut.
b. Memelihara tanaman dan memberi nama



Posted by mamabumi at 17:45:19 | Permalink | No Comments »

Friday, April 17, 2009

di (hampir) 25

iya… ade dah hampir 25 bulan umurnya….
makin keriting… makin pinter “ngomong” dan makin jadi “copy cat”.. siapa lagi selaen kakaknya..

usaha mama untuk “menjauhkan” ade dari per-berbi-an..kayaknya mulai menampakkan tanda-tanda…
kalo nemu salah satu koleksi kakaknya.. pasti langsung diadu..
gimana engga’.. yang “ditemuin” ade.. ga jauh2 dari robot2an…
mulai dari power rangers,…ultraman.. batman.. spiderman…

gayanya juga tomboy abis…
kecuali gaya kenesnya kalo cium tangan atau cium2 yang laen *kalo cium bibir = dilarang keras sama papa*..
cium bunyi bo’….

soal makan.. ruuuar biasa.. *dengan catatan kalo lagi ga sakit*.
kalo ngeliat mama, aki, ani = makan….
pasti ngiler dan tentu saja minta bagian.

kalo lagi makan daging balado.. pasti dalam suapannya itu harus ada si cabe merah *tentunya biji cabe harus sudah dulu disisihkan*
sekarang sayur favoritnya = bayam + toge.
dikasih wortel,..kalo nyuapnya sambil pake macaroni dan ga sadar,.. pasti di makan.
tapi kalo lagi “reseh”.. itu wortel pasti disisihkan dari sendoknya..

kalo makan,.. relatif teratur.
duduk manis,.. terus tekun dengan piringnya..

bedanya sama anak laki2.. adalah naluri bersih2nya…
kalo ada makanan yang tercecer dilantai,.. pasti dipungutin.. *walopun ada yang kadang2 masuk mulut yaa….;(*
atau.. ambil tissue..

dan satu lagi.. suka genit kalo abis mandi di cendana..
secara di sana, disediain compact powder..
jadi ade, bisa niru gaya mama kalo pake bedak.

akhir2 ini makin ngerti..
kalo mama pulang kantor kan,.. pengennya mandi n solat dulu..
si ade bisa tuh dengan sabar ‘nungguin’..
biasanya sambil “baca2″ buku…

tapi kalo udah tau mama selese solat..
pasti deh.. hehehe.. minta jatah..

yang “kasian” dari si ade adalah..selalu jadi “obyek” sang kakak..
mulai dari rambut yang diuwel2 sampe susah di”buka”-nya…
atau… dipaksa ini itu, untuk melakukan suatu hal yang diinginkan kakak….
*bayangin niih,.. si ade udah 5 watt,… dipaksa kakak untuk nemenin nonton si bolang… yang ada si ade tertidur dikursi*
sampai.. mmhhhhh…. “harus” ngalah apapun dari si kakak.
misalnya.. si ade lagi pegang buku,… naah si kakak jail tuuh.. apapun yang dipegang ade,.. pasti direbut si kakak.. akhirnya nanti “rame”.. ya dua-duanya jejeritan…

yang paling kasian adalah..si ade suka jadi “korban kekerasan” si kakak.
ade lagi asik2 main,.. tiba2 rambutnya-lah yang ditarik.. tau kepalanya-lah yang di-geplak…
haaahhhh.. betapa “keras” hidupmu ya de….

tapi walopun begitu,..kakak itu sayang banget sama kamu de..
kakak ga bisa tidur tanpa pegang rambut ade,..
kalo kakak pulang dari sekolah,.. pasti yang dicari pertama dirumah itu kamu de….

jadi,.. ga papa ya sayaaang,..
“didikan” kakak.. mudah2an membuat kamu tegar ya dee…
dan mudah2an nanti kalo sekolah… ade di-jaga-in sama kakak..
dan.. hehehe.. nanti kalo temen2 kakak main ke rumah,.. ade boleh “ngeceng” kok…
*halah.. anak2 sekarang ngerti kata “ngeceng” ga yaa?… *

Posted by mamabumi at 16:56:51 | Permalink | No Comments »

Saturday, April 11, 2009

ContrenG

alhamdulillah,.. selama ini kalo waktunya PEMILU… saya selalu terdaftar…
walopun sudah pindah rumah,.. sementara masih terdaftar di cendana *secara belum pindahin KK*..
untuk urusan coblos *eh sekarang udah contreng ya…* mencontreng.. kayaknya sayang juga untuk dilewatkan.

pada saat d-day…. saya+bumi+kira+aki+ani.. *aki+ani tadi malem nginep* di-drop aa yayammhh di cendana..
setelah “taro” perabotan…. kami langsung pergi ke lokasi.

bumi + kira ikut,… biar bumi ga rewel,.. dari awal saya sudah bilang…
kakak,.. hayoo.. katanya mau nyontreng… jadi cepet makan n mandi yaa….
iya ma,.. tapi jangan lupa mampir dulu ke rumah andra yaa..kan andra sakit, kakak kan mau kasih vitamin n es krim
*tadi malem andra “telepon”.. kata ibunya andra.. andra “kangen” sama bumi.. secara hari rabu andra ga sekolah,.. jadi pas andra telepon, bumi bilang mau kasih es krim *es dari jus jambu n jus melon*

bumi,.. karena sehari-hari sama aki n ani… kadang2 ga ketinggalan berita juga…
jadi kayaknya “ngeh” juga tuh tentang Pemilu…

Pas di TPS,.. agak ngantri.. ga seperti biasanya kalo dateng.. langsung “masuk”..
ini musti nunggu,.. setelah +/- 1 jam,.. baru deh masuk.

saya masuk ke bilik,.. kira saya dudukkan di meja,
sementara bumi ikut masuk *mondar mandir antara bilik saya dan ani*
mama,.. kakak pengen contreng…
iya.. nanti ya sayang,..
tuh kan.. mama,.. kakak yang contreng.. contreng caleg ******
*ini lagu mengena banget deh*
iya….
*sementara si kira sudah pegang pulpennya.. dan pengen contreng juga…ribet deh.. setelah dirayu, nyontrengnya nanti dirumah, pulpen dikasih juga ke saya.. fyuuuh*

bumi pergi lagi ke biliknya ani…
disana kasak kusuk juga…
terus bilang..
ani… contreng yang nomor 31 ya…
*ani mesem2 aja,.. smentara petugas nyengir kuda*

bumi masuk lagi ke bilik saya..
mama,.. kakak yang contreng doong..
*saya diemin aja,.. secara ribet sama kertas suara yang segede koran*..

sepanjang perjalanan pulang,… bumi komplen berat.
saya ditendang2.. sambil ngedumel..
mama,.. kakak kan pengen nyontreng….kok mama begitu siih…
*terus diulang2 sampe sore*

pas ada perhitungan suara di TV..
tuh mama, rasain… kakak yang menang.. mama sih….
*diikutin dengan dumelan standar… mama.. kakak kan pengen contreng…*

besoknya pas saya lagi baca detik… liat berita partai saya
si bumi nyeletuk..
tuh papa,.. mama contreng yang itu,.. mama ga canggih, ga nurut sih sama kakak.. jadi ga menang

haduh,.. kasian kamu nak, dah pengen contreng ya?
maaf yaa.. mama kekeuh, pengen contreng pilihan mama.. jadi ga nurut deh sama kakak.. ^–*
tapi kliatannya bakalan koalisi *walopun dalam hati agak ga sreg sama rencana koalisinya,.. secara dapat bocoran kalo si ibu yang cukup kontraversial itu nyebrang juga ke partai itu, dan kalo dia duduk lagi di kabinet baru.. gawat bener dah*

Posted by mamabumi at 18:23:41 | Permalink | No Comments »

Sunday, March 22, 2009

QT1: Semua Anak Cerdas

*buat FAZ yang dah “rela” dirumah sama bumi n kira*

========

Catatan dari Quality Time @ Laz Cinere

Sabtu, 21 Maret 2009

09.00 – 12.30

Narasumber: Munif Chatib

 

Target dari sesi kali ini:

1.         Ibu/Bapak dapat “melihat” sosok anak secara utuh… “alhamdulillah.. anak saya punya potensi kecerdasan”.

2.         Ibu/Bapak mempunyai pemahaman “kesuksesan anak dapat terwujud dari jutaan cara.

 

 

Seorang anak, dapat diibaratkan sebagai “climber” yang sedang mendaki gunung.Apabila diiringi dengan mental yang tidak putus asa, climber tersebut  dapat mencapai Puncak Gunung.

 

Begitu pula persiapan seoarang anak untuk menyongsong masa depannya.

Untuk mencapai Puncak,seorang anak memerlukan kaki. Kaki Pertama merupakan “ creativity”. Kaki Kedua merupakan “problem solving”. Diiringi dengan mental “religion & character building”. “Ransel”/alat  yang dibawa merupakan life skills.

 

Insyaallah, dengan “creativity” dan “problem solving” dengan diiringi “religion dan character building” serta membawa “alat” yang merupakan lifeskills, anak tersebut dapat mencapai suatu tujuan akhir yang “baik”.

 

Menurut Thomas Armstrong PhD *penulis buku The Myth of the ADD Child, in their Own Way dan Awakening Your child’s Natural Genius* terdapat dua bencana besar yang menimpa SDM Amerika yang berkaitan dengan tes kecerdasan,yaitu:

Bencana Pertama, Penerapan Closing Test *diawali pada tahun 1900 oleh Alfred Binet* dan Bencana Kedua, Disabilities test *tahun 1960 oleh Samual Kirk.

 

Mengapa Bencana?

Bencana Pertama, seseorang diukur berdasarkan secara obyektif dan dinyatakan dalam satu angka, yaitu nilai IQ. Bencana kedua,… Samuel Kirk mengembangkan konsep bahwa manusia harus ditemukan “kelemahan”-nya dan diberi label LD, ADD dan ADHD.

 

Teori MI dicetuskan oleh Dr. Horward Gardner pada tahun 1983 di Harward University. Beliau mengkritik validasi test IQ dan Labelisasi “Disability Test”. Kritik yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

1. Test IQ terlalu “sempit” (hanya mengukur kederdasan bahasa dan logical matematis) dan tidak cocok dengan perkembangan zaman dan budaya tertentu (“alat”-nya tidak bisa standar,… tidak dapat diterapkan secara umum).

2. Tes IQ bersifat eugenics, rasialis. Pada tahun 1900 test IQ dibuat sebagai “alat ukur” yang harus menghasilkan kesimpulan bahwa “kaum buruh dan turunan”-nya tidak dapat “lulus” sehingga tidak dapat “memenuhi” kriteria seorang “Parlementer”.

3. Tes IQ bersifat konstan, seseorang diukur berdasarkan nilai standar:

< 90                 :  bodoh

91 – 100          :  normal

101 – 110        :  cerdas

> 111               :  jenius

 

4. Test IQ hanya mengukur batas “ketidakmampuan”.

 

 

Lebih lanjut, Gardner me-definisi ”kecerdasan”:

Kecerdasan merupakan kebiasaan, prilaku yang berulang-ulang, sehingga dapat menyelesaikan ”masalah”-nya sendiri (problem solving) dan menciptakan suatu ”kreatifitas”.

 

Contoh:

Anak yang baru belajar berjalan, ”tertarik” untuk naik tangga.

Sedang berlangsung proses kreatif anak.. ia ingin tahu, ”apa” rasanya berada di tempat yang lebih tinggi… dengan ”pelarangan” yang diberikan, akan ”menghambat” proses kreatif si anak.

 

Pola Kerja MI

MI berusaha untuk ”menemukan” kemampuan/potensi dari seseorang agar dapat ”menempatkan” seseorang tersebut pada ”tempat yang sesuai” sehingga dapat menghasilkan ”kondisi akhir” yang terbaik.

 

Diharapkan, orang tua dapat melihat ”potensi” anak, sehingga dapat mengarahkannya sesuai dengan potensinya tersebut agar anak dapat berkembang, sukses dan bahagia berdasarkan potensi yang dimilikinya tersebut.

 

Dalam MI, kecerdasan seseorang:

  1.  Tidak terkait dengan (1) kondisi fisik *”cacat” bukan merupakan halangan*, (2) kondisi intelligence *pinter/bodoh tidak berarti seseorang tidak punya kecerdasan; (3) hasil tes standar *nilai matematika bukan segalanya, memiliki ranking terjelek dikelas, bukan berarti ”gagal”*
  2. Terkait dengan (1) discovering ability *bagaimana kita dapat melihat potensi si anak*, (2) right place *setelah ”tau potensi,.. harus ditempatkan ditempat yang ”Sesuai”  dan (3) benefiditas. ” Benefiditas adalah kemampuan menunjukkan daya manfaat dalam segala hal, mulai hal yang terkecil sampai terbesar”.

 

MI terus mengalami perubahan, saat ini Gardner membagi kecerdasan kedalam 8 bagian, yaitu

1.         Cerdas Bahasa

2.         Cerdas Alam

3.         Cerdas Diri

4.         Cerdas Angka

5.         Cerdas Gambar

6.         Cerdas Musik

7.         Cerdas Bergaul

8.         Cerdas Gerak

Posted by mamabumi at 05:50:34 | Permalink | No Comments »

Saturday, March 21, 2009

Quality Time

Insyaallah.. katanya Quality Time ini diadakan tiap bulan… diselenggarakan laz cinere untuk menyamakan viai san visi orang tua.. iya dooong…. sekolah itu diibaratkan sebagai rumah kedua… rumah adalah “rumah pertama”.. naah.. kalo ga sejalan antara rumah pertama dan kedua..kasian anak2.. bingung..

artinya?… jangan sampai.. si sekolah menganut “paham” anu,… si rumah paham “eta”… yang ada nanti malah para berantem ^–*

dari awal undangan quality time diselipkan dibuku komunikasi, saya belum menjadwalkan untuk masuk agenda.. secara agenda sabtu pagi mustinya jadwal imunisasi… tapi dipikir2… kok.. sayang banget dilewatkan.. topiknya “umum”.. artinya.. saya sudah “ikut” 3 sesi untuk topik yang sama… tapi rasanya “gimana” gitu kalo ga hadir di acara sekolah dihari yang saya bisa…

jum’at pagi, saya sms teacher yuyun untuk booking..
alhamdulillah…. masih bisa.

pas buka milis “las” deziiiig…. untung aja daftar…
gara2 baca postingan ibu iba yang ini..
===========
Assalamualaikum,
Bapak/Ibu orangtua siswa,

Pada hari Sabtu besok, tgl 21 Maret 2009, pukul 09.00-12.00 wib sekolah akan
mengadakan Quality Time (terjemahan apiknya adalah ‘waktu yang berkualitas’)
untuk orangtua bersamaan dengan memperkenalkan  Pak Munif Chatib yang telah
bergabung dengan Lazuardi sebagai konsultan pendidikan.

Rencananya kegiatan ini akan kami jadikan program rutin untuk orangtua sabagai
salah satu bentuk mediasi penyamaan visi dan langkah  antara sekolah dan
orangtua dalam memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Disamping Pak Munif
adalah teman sharing  bagi guru-guru dan sekolah pada umumnya, Pak Munif juga
bisa menjadi teman sharing Bapak/Ibu sekalian berkaitan dengan masalah
pendidikan anak2.

Sebagaimana yang telah kami informasikan via surat, tema perdana adalah “Semua
Anak Cerdas : Belajar ala Multiple Intelligences”. Tema ini pernah beliau
sampaikan pada saat workshop MI untuk guru selama 2 hari pada bulan Januari
lalu, namun kali ini akan dikemas dalam versi yang berbeda (materi teknis
seperti pembuatan lesson plan, strategi pembelajaran dll tentu saja tidak
termasuk di sini).

Fyi, tanggapan Bapak/Ibu guru terhadap beliau sangat mencengangkan, nyaris
perfect! Sangat berbeda dengan berkali2 seminar tentang MI yg pernah mereka
ikuti.  Dan ketika itu sebetulnya sekolah tak sabar mengundang beliau kembali,
kali ini  untuk berbicara dihadapan Bapak/Ibu sekalian.

Beliau tidak semata menggugah semangat guru untuk memberikan yang terbaik untuk
anak2 kita, tetapi juga menginspirasi bagaimana memberi yang terbaik untuk diri
sendiri.  Artinya, yang  beliau sampaikan tidak hanya tertuju untuk kepentingan
anak-anak, tetapi untuk kepentingan kita juga sebagai manusia dewasa.

Pertemuan perdana ini sebetulnya materi kunci tentang penerapan konsep MI,
sangat sayang kalau dilewatkan.  Materi QT berikutnya akan kami susun
berdasarkan usulan yang Bapak/Ibu berikan nanti, disesuaikan dengan kebutuhan
tentunya.

Hm…., hanya 3 jam di akhir pekan, untuk masa depan anak-anak kita…
Tentu bukan hal yang sulit, kan???.

Kami tunggu kehadiran Bapak/Ibu.
Semoga Allah SWT meringankan langkah kita. Amin…

Salam,

Iba,
Litbang Lazuardi GIS
============

saya mesem2 aja… hehehe..
dan hasilnya?…

alhamdulillah.. sangat menginspirasi.. terutama 2 menit terakhir sesi presentasi:
*mata ditutup… tundukan kepala*

**************
 Bismillahirrahmannirahim
Ya Allah, berikanlah kekuatan pada kami untuk menjaga
amanah yang maha penting, yaitu anak2 kami yang sedang menuntut ilmu
Meskipun lewat kami mereka lahir, namun sesungguhnya mereka bukan milik kami.

Ya Allah, tanamkanlah kesabaran kepada kami untuk
menjalankan tugas seperti tugasMu ya Allah,
Meskipun keringat kami deras mengucus, kami yakin akan
ada hujan hikmah bagi kami apabila kami berhasil menjaga anamahMu.

Ya Allah, patrikanlah ketenangan dalam hati kami agar kami
mampu menyuguhkan hal yang paling bermanfaat dalam hidup anak2 kami
Jangan biarkan nafsu kami menguasai diri anak2 kami
Agar mereka terpaksa memilih pilihan kami,
Agar mereka selalu menuruti kami,
Tanpa kami tahu keinginan anak-anak kami,
Tanpa kami tahu kemampuan anak-anak kami.

Ya Allah, karuniakanlah akhlak yang baik bagi kami,
agar kami mampu menjadi tauladan terbaik anak2 kami.

Ya Allah, nyalakan selalu semangat kepada kami,
agar kenakalan anak-anak kami adalah benih-benih kecerdasannya dimasa yang akan datang.

Amin. Ya Robbal Alamiin

*********

maknyuuuus banget…

*apalagi inget sehari2 masih jauh dari sempurna, mudah2an ini salah satu jalan untuk meminimalkan kekurangan itu. AMIN!..*

 

Posted by mamabumi at 06:44:16 | Permalink | No Comments »