March 29, 2006

bUMi yang KuRuSS...

mmhhh.... kalo dari foto-nya... kliatan kurus banget ga siiii??

Posted by mamabumi at 13:22:24 | Permanent Link | Comments (2) |

March 20, 2006

fRoM tHe pASt 2: sHariNg TerHebOh

sebenernya udah lumayan basi,.. tapi. kayaknya ini suatu milestone buat mamabumi.. buat reminder dan kenangan buat bumi... bahwa mamabumi terus berusaha agar tetap belajar terus.. biar ilmunya ga mandeg..... 

======== 
From: "rifa"
Date: Mon Dec 5, 2005 8:56 am
Subject: terima kasih was Cinta 10: KEBAHAGIAAN, KEPEDULIAN
 
duh.. :) jadi malu neeh dengan mbak ida dan dr wati....
keduluan...saya ingin mengucapkan banyak terima kasih
kepada :
* semua peserta yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dan memeriahkan acara.
* para tamu dan undangan.
* para sponsor yang telah memberikan donasinya dalam memeriahkanfamgath ini.
* teman2 panitia pesat,tim klasi, yayasan, web dan moderator.
 
Selain itu selamat kepada para penerima award
 
SHARING TERHEBOH :
Yuliana Christina Karundeng (uwi yuli)
Pudji Yulianti Sukri
 
DUBES SEHAT :
Intan Dima
Lusika Yuliana (mama kavin)
Mariska
Posted by mamabumi at 07:42:19 | Permanent Link | Comments (0) |

frOm thE pAst 1: sHoOtinG

From: "yuli sukri"
Date: Thu Feb 2, 2006 7:38 am
Subject: Liputan tentang PESAT & Millis SEHAT di SCTV
 
Dear All
Info dari dr Wati, SCTV akan menayangkan liputan tentang PESAT dan
millis SEHAT diacara liputan 6 hari ini, Kamis 2 Feb 2006 pukul 12.00
siang.
 
on behalf of yuli
FAZ
 
=========
diambil dari www.liputan6.com
 
Kesehatan
Orang Tua Diminta Mewaspadai Penggunaan Obat Anak
 
Yuli dan anaknya Biyan.
 
Liputan6.com, Jakarta: Tak banyak orang tua yang menyadari bahwa
bersikap kritis dan banyak bertanya tentang kesehatan sangat diperlukan
ketimbang menyerahkan segalanya pada ahli medis. Pasalnya, tidak semua obat yang
diberikan berguna untuk mengatasi penyakit, bahkan bisa berdampak negatif.
Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Orang Tua Peduli (YOTP) terhadap 204
responden, terkuak fakta bahwa hampir 40 persen orang tua mengaku bahwa obat
yang diberikan dokter untuk anaknya tidak semuanya cocok.
 
Hal itulah yang pernah dialami bayi berusia satu tahun bernama
Biyan. Ketika beberapa waktu silam, menderita batuk dan pilek, Yuli membawa
anaknya itu ke dokter. Tidak yakin dengan obat yang diberikan, Yuli
berkonsultasi dengan konselor di YOTP, yang bergerak dalam bimbingan penggunaaan
obat terhadap orang tua dan anak. "Ternyata, obat itu untuk penyakit asma,
sementara anak saya tidak punya gejala penyakit itu," Yuli menjelaskan.
 
Berdasarkan penelitian YOTP, telah terjadi kasus pasien anak-anak
yang dibawa ke dokter kebanyakan mendapat lebih dari satu macam obat yang belum
tentu cocok dengan penyakitnya. Rata-rata obat yang diberikan adalah antibiotik,
disusul puyer dan sirup.
 
Padahal, menurut dokter Purnamawati yang menjadi pembimbing YOTP,
tidak semua penyakit harus disembuhkan dengan obat. Gangguan kesehatan ringan
misalnya, dapat diatasi dengan meningkatkan gizi anak. "Pilek itu sebenarnya
infeksi virus yang tidak bisa dibunuh dengan antibiotik," perempuan ini
menjelaskan.
 
Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi obat, khususnya antibiotik
pada anak-anak, dapat berakibat fatal. Misalnya, kuman menjadi kebal sehingga
pasien menjadi sering sakit dan meningkatkan risiko alergi serta asma.
Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi
yang menaungi para dokter berpendapat, dokter memang diberikan kebebasan untuk
melakukan berbagai cara agar pasien dapat sembuh. Namun, di lain pihak, pasien
harus kritis menanyakan obat-obat yang diberikan. "Tidak ada janji kesembuhan
dari seorang dokter, tapi ada suatu proses bagi kesembuhan," Ketua Umum IDI
Farid Moeloek, menegaskan.
 
Lebih lanjut Farid mengatakan, hingga kini, IDI belum menerima
laporan ada dokter yang memberikan obat-obatan secara berlebih. Namun, dia
memaklumi hal itu karena biasanya pasien enggan melaporkan kejadian yang
dialami, sebagaimana yang terjadi pada orang tua Biyan.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
 
 
Posted by mamabumi at 06:37:46 | Permanent Link | Comments (0) |

March 10, 2006

tHe reSult..

Selamat !!

Anda LULUS ujian Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 dengan nilai 96

Posted by mamabumi at 11:13:38 | Permanent Link | Comments (5) |