============
www.who.int
Tanya-Jawab tentang Demam Dengue
Apa yang dimaksud Demam Dengue?
Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam. Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan. Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut DengueHemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS (Dengue Shock Syndrome). Kapan kita mencurigai Dengue? Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak. Demamtinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit kepala hebat umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.
Ada bermacam tipe demam,kapan harus mencurigai Dengue?
Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue. Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.
Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?
Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter. Nyamuk mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus dengue. Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain? Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam dengue hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.
Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?
Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak (memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata) setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.
Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?
Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 – 5 orang lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala yang ringan saja.
Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?
Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam dengue. Antibiotik tidak dapat membantu. Paracetamol (yang dapat dibeli tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi. Obat lain seperti Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan resiko perdarahan. Dokter harus hati-hati ketika memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.
Dapatkah dengue menjadi berbahaya? I
nfeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/ plasma menuju berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat timbulnya perdarahan. Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom Shock Dengue berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi dari komponen pembeku dalam darah.
Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?
Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF) atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan. Penanganan yang baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.
Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke dokter?
Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome terjadi setelah 3-5 hari mengalami demam. Pada saat itu, biasanya demam menurun. Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut menuju kesembuhan. Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan bagi petugas yang merawat. Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat, muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam seperti arang. Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada dua gejala utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang berkepanjangan. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi perdarahan. Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan dingin(karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.
Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?
Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.
Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?
Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu. Namun, jika gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.
Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?
Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup di dalam rumah, di kloset, dan di tempat-tempat yang gelap. Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.
Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?
Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka. Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom, ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan, kaleng, ban bekas, air pendingin, dll. Mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari rumah dan sekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll. Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna, gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm (persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang menjadi dewasa.
Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?
Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk. Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk. Oleskan anti gigitan nyamuk – hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk juga dapat digunakan pada siang hari. Gunakan kelambu untuk melindungi anak-anak, orang tua dan yang tidur di siang hari.Manfaat kelambu dapat ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid(permethrin).Kelambu seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.
Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada orang lain?
Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk(repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingganyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain. Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue? Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock syndrome harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.
Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?
Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue. Sebagaimana disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di sekitar rumah. Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat sederhana yaitumencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biakAedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai wadah, dengansecara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang jauh-jauh. Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, ”pembersihan rumah” oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk, sehingga mencegah terjadinya dengue. Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah “meniadakan sumbernya” atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.
Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?
Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan. Namun untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat dibantu dengan “thermal fogging” menggunakan mesin semprot (fogging). Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatanini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari. Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging) sewaktu timbul ledakan.
========
http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php?iddtl=47&idktg=20&UID=20070206075132202.158.42.66
NAMA
Demam Berdarah Dengue
DEFINISI
Demam dengue adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam. Demam berdarah dengue/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan. Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome (DSS).
PENYEBAB
Demam dengue dan DHF disebabkan oleh salah satu dari 4 serotipe virus yang berbeda antigen. Virus ini adalah kelompok Flavivirus dan serotipenya adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi oleh salah satu jenis serotipe ini akan memberikan kekebalan seumur hidup tetapi tidak menimbulkan kekebalan terhadap serotipe yang lain. Sehingga seseorang yang hidup di daerah endemis DHF dapat mengalami infeksi sebanyak 4 kali seumur hidupnya. Dengue adalah penyakit daerah tropis dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini adalah nyamuk rumah yang menggigit pada siang hari. Faktor resiko penting pada DHF adalah serotipe virus, dan faktor penderita seperti umur, status imunitas, dan predisposisi genetis.
GEJALA
Infeksi oleh virus dengue menimbulkan variasi gejala mulai sindroma virus nonspesifik sampai perdarahan yang fatal. Gejala demam dengue tergantung pada umur penderita. Pada bayi dan anak-anak kecil biasanya berupa demam disertai ruam-ruam makulopapular. Pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa, bisa dimulai dengan demam ringan atau demam tinggi (>39 derajat c) yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2 - 7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual-muntah dan ruam-ruam. Bintik-bintik perdarahan di kulit sering terjadi, kadang kadang disertai bintik-bintik perdarahan di farings dan konjungtiva. Penderita juga sering mengeluh nyeri menelan, tidak enak di ulu hati, nyeri di tulang rusuk kanan dan nyeri seluruh perut. Kadang-kadang demam mencapai 40 - 41 derajat c dan terjadi kejang demam pada bayi.
DHF adalah komplikasi serius dengue yang dapat mengancam jiwa penderitanya, ditandai oleh : demam tinggi yang terjadi tiba-tiba manifestasi perdarahan hepatomegali/pembesaran hati kadang-kadang terjadi syok manifestasi perdarahan pada dhf dimulai dari tes torniquet positif dan bintik-bintik perdarahan di kulit (ptechiae). Ptechiae ini bisa terlihat di seluruh anggota gerak, ketiak, wajah dan gusi. juga bisa terjadi perdarahan hidung, perdarahan gusi, perdarahan dari saluran cerna dan perdarahan dalam urin. Berdasarkan gejalanya DHF dikelompokkan menjadi 4 tingkatan : Derajat I : demam diikuti gejala tidak spesifik. satu-satunya manifestasi perdarahan adalah tes torniquet yang positif atau mudah memar. Derajat II : gejala yang ada pada tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan. perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain. Derajat III : kegagalan sirkulasi ditandai oleh denyut nadi yang cepat dan lemah, hipotensi, suhu tubuh yang rendah, kulit lembab dan penderita gelisah. Derajat IV : syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diperiksa. fase kritis pada penyakit ini terjadi pada akhir masa demam. Setelah demam selama 2 - 7 hari, penurunan suhu biasanya disertai dengan tanda-tanda gangguan sirkulasi darah. penderita berkeringat, gelisah, tangan dan kakinya dingin, dan mengalami perubahan tekanan darah dan denyut nadi. Pada kasus yang tidak terlalu berat gejala-gejala ini hampir tidak terlihat, menandakan kebocoran plasma yang ringan. Bila kehilangan plasma hebat, akan terjadi syok, syok berat dan kematian bila tidak segera ditangani. Kondisi yang buruk bisa segera ditangani dengan diagnosa dini dan pemberian cairan pengganti. Trombositopeni dan hemokonsentrasi sudah dapat dideteksi sebelum demam turun dan terjadi syok. Pada penderita dengan DSS kondisinya dengan segera memburuk. Ditandai dengan nadi cepat dan lemah, tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg atau terjadi hipotensi. Kulit dingin, lembab dan penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian gelisah. Bila tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam 12 - 24 jam. Dengan pemberian cairan pengganti, kondisi penderita akan segera membaik. Pada syok yang berat sekalipun, penderita akan membaik dalam 2 -3 hari. Tanda-tanda adanya perbaikan adalah jumlah urine yang cukup dan kembalinya nafsu makan. Syok yang tidak dapat diatasi biasanya berhubungan dengan keadaan yang lain seperti asidosis metabolik, perdarahan hebat di saluran cerna atau organ lain. Perdarahan yang terjadi di otak akan menyebabkan penderita kejang dan jatuh dalam keadaan koma. DIAGNOSA Pada awal mulainya demam, dhf sulit dibedakan dari infeksi lain yang disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri dan parasit. Setelah hari ketiga atau keempat baru pemeriksaan darah dapat membantu diagnosa. Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah : Trombositopeni, jumlah trombosit kurang dari 100.000 sel/mm3 Hemokonsentrasi, jumlah hematokrit meningkat paling sedikit 20% di atas rata-rata. Hasil laboratorium seperti ini biasanya ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-7. Kadang-kadang dari x-ray dada ditemukan efusi pleura atau hipoalbuminemia yang menunjukkan adanya kebocoran plasma. Kalau penderita jatuh dalam keadaan syok, maka kasusnya disebut sebagai Dengue Shock Syndrome (DSS). PENGOBATAN untuk mengatasi demam sebaiknya diberikan parasetamol. salisilat tidak digunakan karena akan memicu perdarahan dan asidosis. parasetamol diberikan selama demam masih mencapai 39 derajat c, paling banyak 6 dosis dalam 24 jam. kadang-kadang diperlukan obat penenang pada anak-anak yang sangat gelisah. kegelisahan ini bisa terjadi karena dehidrasi atau gangguan fungsi hati. haus dan dehidrasi merupakan akibat dari demam tinggi, tidak adanya nafsu makan dan muntah. Untuk mengganti cairan yang hilang harus diberikan cairan yang cukup melalui mulut atau melalui vena. Cairan yang diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. cairan yang lain yang bisa juga diberikan adalah jus buah-buahan. penderita harus segera dirawat bila ditemukan gejala-gejala berikut : takikardi, denyut jantung meningkat kulit pucat dan dingin denyut nadi melemah terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau tertidur terus menerus urine sangat sedikit peningkatan konsentrasi hematokrit secara tiba-tiba tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg hipotensi. pada tanda-tanda tersebut berarti penderita mengalami dehidrasi yang signifikan (>10% berat badan normal), sehingga diperlukan penggantian cairan segera secara intravena. cairan pengganti yang diberikan biasanya garam fisiologis, ringer laktat atau ringer asetat, larutan garam fisiologis dan glukosa 5%, plasma dan plasma substitute. pemberian cairan pengganti harus diawasi selama 24 - 48 jam, dan dihentikan setelah penderita terrehidrasi, biasanya ditandai dengan jumlah urine yang cukup, denyut nadi yang kuat dan perbaikan tekanan darah.. infus juga harus diberikan kalau kadar hematokrit turun sampai 40% . bila pemberian cairan intravena diteruskan setelah tanda-tanda ini dicapai, akan terjadi overhidrasi, mengakibatkan jumlah cairan berlebih dalam pembuluh darah, edema paru-paru dan gagal jantung. oksigen diberikan pada penderita dalam keadaan syok. transfusi darah hanya diberikan pada penderita dengan tanda-tanda perdarahan yang signifikan. PENCEGAHAN pengembangan vaksin untuk dengue sangat sulit karena keempat jenis serotipe virus bisa mengakibatkan penyakit. perlindungan terhadap satu atau dua jenis serotipe ternyata meningkatkan resiko terjadinya penyakit yang serius. saat ini sedang dicoba dikembangkan vaksin terhadap keempat serotipe sekaligus. sampai sekarang satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian dengue dan dhf adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan. a. aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan. nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang. pencegahan dilakukan dengan langkah 3m : menguras bak air menutup tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat berkembang biak nyamuk mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air. di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. hal ini bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap beberapa waktu tertentu. di tempat yang sudah terjangkit dhf dilakukan penyemprotan insektisida secara fogging. tapi efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat tergantung pada jenis insektisida yang dipakai. di samping itu partikel obat ini tidak dapat masuk ke dalam rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa. untuk perlindungan yang lebih intensif, orang-orang yang tidur di siang hari sebaiknya menggunakan kelambu, memasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, menggunakan semprotan nyamuk di dalam rumah dan obat-obat nyamuk yang dioleskan.
============
DENGUE
Demam berdarah?
Anak bayi umumnya tidak terserang demam berdarah. Kedua, anak yang terkena demam berdarah akan amat sangat lesu (pada dasarnya semua anak sakit pasti tak seaktif anak sehat tetapi pada DB, anak terkulai lesu sekali), mual hebat sampai dengan muntah-muntah, dan seterusnya. Harap diingat, pemeriksaan laboratorium sebelum 72 jam, umumnya tak informatif. Di lain sisi, kadar trombosit di atas 100.000 belum berarti pasti DB karena semua infeksi virus bisa menyebabkan penurunan kadar trombosit.
SPEKTRUM PENYAKIT
Infeksi virus Dengue memiliki beberapa gambaran, yaitu:
o Tanpa gejala o Demam
o Demam Dengue (DD) o Demam Berdarah Dengue (DBD)
o Sindrom Syok Dengue (SSD)
Pada makalah ini akan dibahas mengenai 3 spektrum terakhir agar orangtua mempunyai bahan diskusi dengan dokter jika anak-anaknya diduga terinfeksi virus Dengue.
Demam Dengue (DD)
Demam Dengue adalah penyakit demam akut selama 2 - 7 hari dengan dua atau lebih manifestasi sebagai berikut: nyeri kepala nyeri di belakang mata nyeri otot dan nyeri sendi nyeri perut dan mual ruam kulit / flushing di daerah wajah, leher dan dada manifestasi perdarahan leukopenia (jumlah sel darah putih menurun)
Yang membedakan DD dengan DBD adalah tidak adanya perembesan plasma darah pada DD (jadi DD hematokritnya normal, tidak meningkat).
Sementara pada DBD, perembesan plama terjadi biasanya dimulai saat suhu tubuh mulai turun (hari 3 - 7 demam).
Oleh karena itu, saat suhu tubuh mulai turun merupakan fase yang kritis dan harus diobservasi dengan ketat.
Pada DD, bersamaan dengan suhu tubuh yang menurun maka kondisi anak akan membaik. Sebaliknya pada DBD, bersamaan dengan suhu tubuh yang menurun maka kondisi anak akan memburuk. Perbedaan ini tidak dapat dilihat pada fase awal. Hal ini penting disadari sehingga sehingga masyarakat tidak menuntut dokter mampu memberikan diagnosis pasti jika timbul gejala demam yang baru beberapa jam atau baru 1 hari.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Gejala-gejala Demam Dengue bisa muncul juga pada Demam Berdarah Dengue.
Menurut WHO (1997), ada beberapa hal yang bisa membantu menegakkan diagnosis DBD, yaitu:
- Klinis
- demam mendadak tinggi
- perdarahan (termasuk uji bendung +) seperti ptekie, perdarahan gusi, epistaksis (mimisan), hematemesis (muntah darah), melena (BAB berdarah) dan lain-lain
- hepatomegali (pembesaran hati)
- syok: nadi kecil dan cepat dengan tekanan nadi = 20 mmHg atau hipotensi (tekanan darah rendah) disertai gelisah dan akral (tangan dan kaki) dingin
Laboratoris
- trombositopenia: kadar trombosit darah = 100.000 µL
- hemokonsentrasi: kadar hematokrit (Ht) = meningkat 20% dari normal Dua gejala klinis pertama ditambah 2 gejala laboratoris dianggap cukup untuk menegakkan diagnosis kerja DBD.
Perembesan plasma yang menjadi pembeda antara DBD dengan DD dapat dilihat dengan terjadinya peningkatan Ht = 20% dari normal, penumpukan cairan di rongga pleura, yaitu rongga antara paru dan dinding dada, asites, yaitu penumpukan cairan di rongga perut atau penurunan kadar protein darah (hipoproteinemia). Perembesan plasma ini akan terjadi dalam 24 - 48 jam, setelah itu plasma akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Jadi harus berhati-hati terhadap timbulnya gangguan pernapasan akibat pemberian cairan yang terlalu berlebihan. Trombositopenia biasanya muncul sesaat sebelum terjadi penurunan suhu dan sebelum terjadi peningkatan hematokrit.
==========
http://www.medicinenet.com/methylprednisolone/article.htm
GENERIC NAME: methylprednisolone
BRAND NAME: Medrol, Depo-Medrol
DRUG CLASS AND MECHANISM: Methylprednisolone is a synthetic (man-made) corticosteroid.
Corticosteroids are naturally-occurring chemicals produced by the adrenal glands located adjacent to the kidneys. Corticosteroids affect metabolism in various ways and modify the immune system. Corticosteroids also block inflammation and are used in a wide variety of inflammatory diseases affecting many organs.
PRESCRIPTION: Yes
GENERIC AVAILABLE: Yes
PREPARATIONS: Tablets: 2, 4, 8, 16, 24, and 32 mg. Injection: 20, 40, and 80 mg/ml.
STORAGE: Tablets should be kept at room temperature, between 20° and 25°C (68-77°F).
PRESCRIBED FOR: Methylprednisolone is used to achieve prompt suppression of inflammation. Examples of inflammatory conditions for which methylprednisolone is used include rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, acute gouty arthritis, psoriatic arthritis, ulcerative colitis, and Crohn’s disease. Severe allergic conditions that fail conventional treatment also may respond to methylprednisolone. Examples include bronchial asthma, allergic rhinitis, drug-induced dermatitis, and contact and atopic dermatitis. Chronic skin conditions treated with methylprednisolone include dermatitis herpetiformis, pemphigus, severe psoriasis and severe seborrheic dermatitis. Chronic allergic and inflammatory conditions of the uvea, iris, conjunctiva and optic nerves of the eyes also are treated with methylprednisolone. DOSING: Dosage requirements of corticosteroids vary among individuals and the diseases being treated. In general, the lowest effective dose is used. The initial oral dose is 4-48 mg daily depending on the disease. The initial dose should be adjusted based on response. Corticosteroids given in multiple doses throughout the day are more effective but also more toxic than the same total daily dose given once daily, or every other day. Methylprednisolone should be taken with food.