Sunday, March 22, 2009

QT1: Semua Anak Cerdas

*buat FAZ yang dah “rela” dirumah sama bumi n kira*

========

Catatan dari Quality Time @ Laz Cinere

Sabtu, 21 Maret 2009

09.00 – 12.30

Narasumber: Munif Chatib

 

Target dari sesi kali ini:

1.         Ibu/Bapak dapat “melihat” sosok anak secara utuh… “alhamdulillah.. anak saya punya potensi kecerdasan”.

2.         Ibu/Bapak mempunyai pemahaman “kesuksesan anak dapat terwujud dari jutaan cara.

 

 

Seorang anak, dapat diibaratkan sebagai “climber” yang sedang mendaki gunung.Apabila diiringi dengan mental yang tidak putus asa, climber tersebut  dapat mencapai Puncak Gunung.

 

Begitu pula persiapan seoarang anak untuk menyongsong masa depannya.

Untuk mencapai Puncak,seorang anak memerlukan kaki. Kaki Pertama merupakan “ creativity”. Kaki Kedua merupakan “problem solving”. Diiringi dengan mental “religion & character building”. “Ransel”/alat  yang dibawa merupakan life skills.

 

Insyaallah, dengan “creativity” dan “problem solving” dengan diiringi “religion dan character building” serta membawa “alat” yang merupakan lifeskills, anak tersebut dapat mencapai suatu tujuan akhir yang “baik”.

 

Menurut Thomas Armstrong PhD *penulis buku The Myth of the ADD Child, in their Own Way dan Awakening Your child’s Natural Genius* terdapat dua bencana besar yang menimpa SDM Amerika yang berkaitan dengan tes kecerdasan,yaitu:

Bencana Pertama, Penerapan Closing Test *diawali pada tahun 1900 oleh Alfred Binet* dan Bencana Kedua, Disabilities test *tahun 1960 oleh Samual Kirk.

 

Mengapa Bencana?

Bencana Pertama, seseorang diukur berdasarkan secara obyektif dan dinyatakan dalam satu angka, yaitu nilai IQ. Bencana kedua,… Samuel Kirk mengembangkan konsep bahwa manusia harus ditemukan “kelemahan”-nya dan diberi label LD, ADD dan ADHD.

 

Teori MI dicetuskan oleh Dr. Horward Gardner pada tahun 1983 di Harward University. Beliau mengkritik validasi test IQ dan Labelisasi “Disability Test”. Kritik yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

1. Test IQ terlalu “sempit” (hanya mengukur kederdasan bahasa dan logical matematis) dan tidak cocok dengan perkembangan zaman dan budaya tertentu (“alat”-nya tidak bisa standar,… tidak dapat diterapkan secara umum).

2. Tes IQ bersifat eugenics, rasialis. Pada tahun 1900 test IQ dibuat sebagai “alat ukur” yang harus menghasilkan kesimpulan bahwa “kaum buruh dan turunan”-nya tidak dapat “lulus” sehingga tidak dapat “memenuhi” kriteria seorang “Parlementer”.

3. Tes IQ bersifat konstan, seseorang diukur berdasarkan nilai standar:

< 90                 :  bodoh

91 – 100          :  normal

101 – 110        :  cerdas

> 111               :  jenius

 

4. Test IQ hanya mengukur batas “ketidakmampuan”.

 

 

Lebih lanjut, Gardner me-definisi ”kecerdasan”:

Kecerdasan merupakan kebiasaan, prilaku yang berulang-ulang, sehingga dapat menyelesaikan ”masalah”-nya sendiri (problem solving) dan menciptakan suatu ”kreatifitas”.

 

Contoh:

Anak yang baru belajar berjalan, ”tertarik” untuk naik tangga.

Sedang berlangsung proses kreatif anak.. ia ingin tahu, ”apa” rasanya berada di tempat yang lebih tinggi… dengan ”pelarangan” yang diberikan, akan ”menghambat” proses kreatif si anak.

 

Pola Kerja MI

MI berusaha untuk ”menemukan” kemampuan/potensi dari seseorang agar dapat ”menempatkan” seseorang tersebut pada ”tempat yang sesuai” sehingga dapat menghasilkan ”kondisi akhir” yang terbaik.

 

Diharapkan, orang tua dapat melihat ”potensi” anak, sehingga dapat mengarahkannya sesuai dengan potensinya tersebut agar anak dapat berkembang, sukses dan bahagia berdasarkan potensi yang dimilikinya tersebut.

 

Dalam MI, kecerdasan seseorang:

  1.  Tidak terkait dengan (1) kondisi fisik *”cacat” bukan merupakan halangan*, (2) kondisi intelligence *pinter/bodoh tidak berarti seseorang tidak punya kecerdasan; (3) hasil tes standar *nilai matematika bukan segalanya, memiliki ranking terjelek dikelas, bukan berarti ”gagal”*
  2. Terkait dengan (1) discovering ability *bagaimana kita dapat melihat potensi si anak*, (2) right place *setelah ”tau potensi,.. harus ditempatkan ditempat yang ”Sesuai”  dan (3) benefiditas. ” Benefiditas adalah kemampuan menunjukkan daya manfaat dalam segala hal, mulai hal yang terkecil sampai terbesar”.

 

MI terus mengalami perubahan, saat ini Gardner membagi kecerdasan kedalam 8 bagian, yaitu

1.         Cerdas Bahasa

2.         Cerdas Alam

3.         Cerdas Diri

4.         Cerdas Angka

5.         Cerdas Gambar

6.         Cerdas Musik

7.         Cerdas Bergaul

8.         Cerdas Gerak

Posted by mamabumi in 05:50:34 | Permalink | No Comments »

Saturday, March 21, 2009

Quality Time

Insyaallah.. katanya Quality Time ini diadakan tiap bulan… diselenggarakan laz cinere untuk menyamakan viai san visi orang tua.. iya dooong…. sekolah itu diibaratkan sebagai rumah kedua… rumah adalah “rumah pertama”.. naah.. kalo ga sejalan antara rumah pertama dan kedua..kasian anak2.. bingung..

artinya?… jangan sampai.. si sekolah menganut “paham” anu,… si rumah paham “eta”… yang ada nanti malah para berantem ^–*

dari awal undangan quality time diselipkan dibuku komunikasi, saya belum menjadwalkan untuk masuk agenda.. secara agenda sabtu pagi mustinya jadwal imunisasi… tapi dipikir2… kok.. sayang banget dilewatkan.. topiknya “umum”.. artinya.. saya sudah “ikut” 3 sesi untuk topik yang sama… tapi rasanya “gimana” gitu kalo ga hadir di acara sekolah dihari yang saya bisa…

jum’at pagi, saya sms teacher yuyun untuk booking..
alhamdulillah…. masih bisa.

pas buka milis “las” deziiiig…. untung aja daftar…
gara2 baca postingan ibu iba yang ini..
===========
Assalamualaikum,
Bapak/Ibu orangtua siswa,

Pada hari Sabtu besok, tgl 21 Maret 2009, pukul 09.00-12.00 wib sekolah akan
mengadakan Quality Time (terjemahan apiknya adalah ‘waktu yang berkualitas’)
untuk orangtua bersamaan dengan memperkenalkan  Pak Munif Chatib yang telah
bergabung dengan Lazuardi sebagai konsultan pendidikan.

Rencananya kegiatan ini akan kami jadikan program rutin untuk orangtua sabagai
salah satu bentuk mediasi penyamaan visi dan langkah  antara sekolah dan
orangtua dalam memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Disamping Pak Munif
adalah teman sharing  bagi guru-guru dan sekolah pada umumnya, Pak Munif juga
bisa menjadi teman sharing Bapak/Ibu sekalian berkaitan dengan masalah
pendidikan anak2.

Sebagaimana yang telah kami informasikan via surat, tema perdana adalah “Semua
Anak Cerdas : Belajar ala Multiple Intelligences”. Tema ini pernah beliau
sampaikan pada saat workshop MI untuk guru selama 2 hari pada bulan Januari
lalu, namun kali ini akan dikemas dalam versi yang berbeda (materi teknis
seperti pembuatan lesson plan, strategi pembelajaran dll tentu saja tidak
termasuk di sini).

Fyi, tanggapan Bapak/Ibu guru terhadap beliau sangat mencengangkan, nyaris
perfect! Sangat berbeda dengan berkali2 seminar tentang MI yg pernah mereka
ikuti.  Dan ketika itu sebetulnya sekolah tak sabar mengundang beliau kembali,
kali ini  untuk berbicara dihadapan Bapak/Ibu sekalian.

Beliau tidak semata menggugah semangat guru untuk memberikan yang terbaik untuk
anak2 kita, tetapi juga menginspirasi bagaimana memberi yang terbaik untuk diri
sendiri.  Artinya, yang  beliau sampaikan tidak hanya tertuju untuk kepentingan
anak-anak, tetapi untuk kepentingan kita juga sebagai manusia dewasa.

Pertemuan perdana ini sebetulnya materi kunci tentang penerapan konsep MI,
sangat sayang kalau dilewatkan.  Materi QT berikutnya akan kami susun
berdasarkan usulan yang Bapak/Ibu berikan nanti, disesuaikan dengan kebutuhan
tentunya.

Hm…., hanya 3 jam di akhir pekan, untuk masa depan anak-anak kita…
Tentu bukan hal yang sulit, kan???.

Kami tunggu kehadiran Bapak/Ibu.
Semoga Allah SWT meringankan langkah kita. Amin…

Salam,

Iba,
Litbang Lazuardi GIS
============

saya mesem2 aja… hehehe..
dan hasilnya?…

alhamdulillah.. sangat menginspirasi.. terutama 2 menit terakhir sesi presentasi:
*mata ditutup… tundukan kepala*

**************
 Bismillahirrahmannirahim
Ya Allah, berikanlah kekuatan pada kami untuk menjaga
amanah yang maha penting, yaitu anak2 kami yang sedang menuntut ilmu
Meskipun lewat kami mereka lahir, namun sesungguhnya mereka bukan milik kami.

Ya Allah, tanamkanlah kesabaran kepada kami untuk
menjalankan tugas seperti tugasMu ya Allah,
Meskipun keringat kami deras mengucus, kami yakin akan
ada hujan hikmah bagi kami apabila kami berhasil menjaga anamahMu.

Ya Allah, patrikanlah ketenangan dalam hati kami agar kami
mampu menyuguhkan hal yang paling bermanfaat dalam hidup anak2 kami
Jangan biarkan nafsu kami menguasai diri anak2 kami
Agar mereka terpaksa memilih pilihan kami,
Agar mereka selalu menuruti kami,
Tanpa kami tahu keinginan anak-anak kami,
Tanpa kami tahu kemampuan anak-anak kami.

Ya Allah, karuniakanlah akhlak yang baik bagi kami,
agar kami mampu menjadi tauladan terbaik anak2 kami.

Ya Allah, nyalakan selalu semangat kepada kami,
agar kenakalan anak-anak kami adalah benih-benih kecerdasannya dimasa yang akan datang.

Amin. Ya Robbal Alamiin

*********

maknyuuuus banget…

*apalagi inget sehari2 masih jauh dari sempurna, mudah2an ini salah satu jalan untuk meminimalkan kekurangan itu. AMIN!..*

 

Posted by mamabumi in 06:44:16 | Permalink | No Comments »

Friday, March 20, 2009

Karyawisata: TMII

ini tahun ketiga, bumi ikut karyawisata besar..
dan seperti biasa.. saya tidak ikut.. karena *dulu kuatir* kalo bumi bakal nempel mulu kalo ada emak-nya..
tapi,.. soal foto2.. ga kalah dooong..
*ini yang paling gw seneng dari facebook… suka “dapet” tag buat foto2 bumi disekolah*
thanks berat buat santi - mamalila

Waktu Class Conference Januari yang lalu, Teacher Nina bilang “rencana” karyawisata besar adalah “outbond ancol”.. mungkin ada satu dan lain pertimbangan, akhirnya pilihan dijatuhkan ke TMII.

TMII?.. senang?
sudah pasti doong.. ini kan salah satu tempat favorit bumi…
jadi saya tidak mengajukan keberatan..
satu “pesen” aa yayammhh adalah “anak2 jangan naek gondola”..
padahal itu favorit bumi, aa yayammhh membayangkan bakal “ribet”
*alasan lain sih ada ^–^*

ternyata memang tidak ada agenda untuk naik gondola, agenda kali ini adalah:
1, museum ikan tawar
2. museum serangga
3. istana anak2
4. naik kereta.

anak2 diharuskan berkumpul jam 7.00
jam 7.42, telepon santi,.. ternyata sudah “jalan”
diperkirakan kembali ke sekolah pukul 14.00

pas saya lagi klayapan cari kado buat kira,.. sekitar jam 12.30, Teacher yuyun telepon
*sempet was-was juga.. ga biasanya*
Alhamdulillah, ternyata anak2 sudah otwm,, jadi diperkirakan jam 1.30 sudah sampai di laz.

foto2nya ruar biasa..
kayaknya jarang tuh bisa liat bumi se-eskpresif ini…

tengkiu to teacher yuyun, santi dan tia.. yang “rela” jagain 8 krucil2 yang pastinya heboh2..

Posted by mamabumi in 15:08:07 | Permalink | No Comments »

Saturday, March 14, 2009

mamayu…

mamayu itu istilah sunda..buat seseorang yang “baru” sembuh dari sakit, terus enak makan.
bumi udah seminggu ini “sakit”…
awalnya dari sejak hari minggu long weekend kemaren.. abis nengok uu’ di sukabumi.
muaacceeeet…..

nah mulai tuh.. berdua2an ga enak badan.

singkat cerita….. sabtu ini “mulai” enakkan..
tadi pagi dah mau makan *pake rendang*
terus, bumi “maksa” ikut saya ke cimol…
selain buat ngurus penutupan kartu halo,.. juga mau beli susu…
ee.. minta makan di tempat favoritnya..
lumayaaan…

sore-nya udah makan pastel n coklat hangat.
asumsi.. udah doong yaa..  ga bakal minta makan lagi.
jadi dengan pede-nya.. “pulang” dari rumah ani bilang “ga usah”
pas mau dibekelin nasi n pernak perniknya..

ade udah tidur pas azan isya…
tinggal 1 kewajiban lagi…
“mama… baca buku…”
“ya udah,.. kakak ambil bukunya… mama nunggu disini ya….”
ga mau,.. mama aja yang ambil..”
“ok,.. tapi nanti kalo mama bacanya salah2.. jangan marah2 yaa…”
*kalo lagi ngantuk berat, bs tuh cerita “melenceng”….*
iya.. ga pa pa kok”..

buku-nya lagi suka sama seri “senangnya berbagi cs”..
ga tau gimana… kesebut “rendang”…
“mama,.. kakak laper niih, pengen makan rendang, abis mama siih sebut2 rendang”
“yang bener kak,… ga ada nasi niih…”
*males banget yak,.. mana mba imas tadi minta ijin keluar, n mba ani lagi pulkam*
“tapi kakak laper niih maah.. pliiss….”
“ya udah,..kita ke bawah yaa….. tapi kakak harus sabar,.. mama harus masak nasi dulu yaa…”
“iya maa…”

jadilah.. saya masak nasi + ngangetin rendang..
yang ada…. setiap 1 menit sekali, ada yang teriak..
“berapa lama lagi maa….”

rasanya laaammmmaaaa.. banget deh, tuh nasi ga mateng2..
begitu mateng,.. makan-lah si kakak..
lumayaaaan.. 2 sendok nasi..
*waktu menunjukkan pukul 21.15*
dah gituh,.. masuk ke kamar….
minta dibacain doa dulu…
*abis baca doa.. mama boleh “kerja”.. padahal.. hehehe.. browsing bo’*
terus bless… tidur sendiri..

hehehe.. cepet sembuh ya sayang…

Posted by mamabumi in 15:07:18 | Permalink | No Comments »