QT2: Membuat Proyek Kreatif dengan Multiple Intelligence
Sabtu, 25 April 2009
09.00 – 12.00
Narasumber: Munif Chatib
PEMBUKAAN:
Target dari sesi kali ini:
Dalam satu bulan ke depan, orangtua setidaknya telah bisa membuat satu proyek kreatif bersama anak.
Pertanyaan “standar” orangtua kepada anak setiap hari adalah:
“Tadi disekolah belajar apa?”
Dan jawaban si anak kebanyakan: (a) tidak tahu; (b) tidak bisa.
Si anak sudah membayangkan, apabila ia menjawab “belajar matematik”, maka si orang tua akan memberikan pertanyaan “test” buat anak.
Bila hal ini terjadi, si anak akan langsung menjawab “tidak bisa”, hal ini akan “memutuskan” serangkaian “pertanyaan” yang akan diberikan oleh si ortu. *anak2 emang pinter yaa… tau aja… ^–^*
Lebih baik pendekatan diubah.
Pernyataan yang ortu berikan pada saat pulang ke rumah adalah:
“sayang,… mama punya proyek hebat,.. yuuk nanti kita sama-sama kerjakan, kalau kamu sudah tidak capai lagi”…
Atau, pertanyaan yang diajukan, misalnya:
”Sayang, tadi ada kejadian heboh apa di sekolah?…….
Dengan demikian, si anak bersemangat untuk ”bercerita”..
MATERI:
Anak ”kreatif”, identik dengan ”nakal”..
Padahal, anak kreatif itu:
1. Lancar berpikir
Anak mampu memberikan banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan.
* kebayang kaan,.. kita sering nanya apa,.. dijawab apa… kadang2 jawabannya ngaco suraco bukan?…*
2. Fleksibel dalam berpikir
Mampu melihat suatu masalah dalam berbagai sudut pandang
*si ibu ”heboh”, karena ”mbak” ga dateng,… dan langsung men-judge si mbak malas,… tiba2 si anak nyeletuj..”mba sakit bu…*
3. Orisinil (asli) dalam berpikir
Mampu memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain (diluar perkiraan/khas
4. Elaborasi
Mampu memberikan banyak gagasan-gagasan dengan menggabungkan beberapa ide
*risiko: dapur kotor, rumah berantakan = hasil elaborasi si kecil*
5. Imaginatif
Suka dengan khayalan dan sering bermain peran khayalan
*membayangkan dirinya sebagai ”ibu”, atau ”spiderman, sedangkan untuk anak remaja.. khayalan berupa ”fiksi ilmiah”*
6. Senang menjajaki lingkungannya
Senang dengan bermain, mengumpulkan dan meneliti makhluk hidup dan benda mati yang ada dilingkungannya
*ciri anak ”naturalis*
7. Banyak mengajukan pertanyaan
Suka mengajukan pertanyaan secara spontan berkaitan dengan pengalaman baru anak atau hasil berpikir anak
* Tuhan itu laki-laki atau perempuan? Tuhan itu ada banyak ya? Kan ada dimana-mana*
8. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
Suka memperhatikan sesuatu yang dianggap menarik dan mendalaminya sampai puas
*sedang bertamu ke rumah seseorang, melihat kristal yang menarik, mata selalu tertuju, pelan-pelan mendekati kristal.. diangkat… terus jatuh.. katanya.. abis berat.. jadi dibagi dua aja deh*
9. Suka melakukan eksperimen
Suka melakukan percobaan dengan berbagai cara untuk memuaskan rasa ingin tahu dan penasarannya
10. Menerima rangsangan baru
Senang dan terbuka mendapatkan rangsangan dan pengalaman baru
11. Berminat melakukan banyak hal
Suka melakukan hal-hal yang baru, berani mencoba hal baru dan tidak takut terhadap tantangan
12. Tidak mudah merasa bosan
Anak tidak mudah bosan melakukan sesuatu, apabila puas, maka akan melakukan sesuatu yang lain lagi
*jadi inget bumi, suka main ”berantem2an”, setelah robot ”bosen”, play dough selesai dicetak.. diadu2 sampai ”kaki, tangan dan kepala” pada ”copot”*
KAPAN KREATIVITAS ANAK DIMULAI?
Ilustrasi:
Kertas putih diberikan kepada ”bayi”, kertas itu akan di-*lihat2*, terus setelah bosen,.. akan disobek2… terus kalo udah bosen… kertas akan masuk mulut.
Sekarang kertas tersebut diberikan kepada anak remaja.
Tanggapan: ”oh ini kertas”. tidak ada reaksi apapun.
Dari ilustrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa:
• 50%, kreativitas akan berkembang pada umur 0 – 4 tahun
• 30% , berkembang pada usia 5 – 8 tahun
• 20%, akan berkembang pada usia > 9 tahun.
Pak Munif bercerita dari pengalaman teman-temannya yang berada di Tokyo.
Suami-istri : Karyawan.
Begitu, istri hamil, maka istri akan mengundurkan diri. Pada hari pengunduran diri, si calon ibu harus pidato didepan teman-teman dan bos-nya.
“sori ya teman-teman n Pak Bos,.. saya ”resign” dulu.
Sepanjang kehamilan, si calon ibu akan mengambil ”kursus seputar kehamilan, kelahiran dan parenting”.
Si ibu akan kembali bekerja pada saat anak berumur 8 tahun, dan rata-rata akan berkarier setelah anak berusia > 8 tahun.
*kalo abis gitu, ada anak kedua gimana ya?….*
KREATIVITAS ANAK MUNCUL APABILA…………
1. Anak diberikan kesempatan kebebasan berekspresi sesuai dengan perkembangan otaknya.
* ibu sedang masak, anak masuk dapur.. lebih baik dikasih space dengan ruang yang ”aman” daripada muncul kata-kata ”jangan…….”*
2. Anak berkembang dalam suasana rumah dan sekolah yang nyaman dan menyenangkan
* sekali ”rumah/sekolah” tidak nyaman buat anak, kreativitas tidak muncul. Salah satu tanda anak merasa nyaman dirumah, apabila ayah/ibu pulang dari kantor… anak-anak dengan ceria menyambut kedatangannya. Sekolah yang hanya berfokus untuk menyeragamkan satu aspek kecerdasan, akan membuat sekolah seperti sekolah ”robot”.
3. Anak beraktivitas tanpa ada paksaan, tekanan dan hukuman
* hukuman ada 2 macam, fisik, berupa pukulan, jewer, dll sedangkan psikis marah, membentak, melotot, keluar kata-kata ”ga denger mama, ga punya telinga”. Kata-kata tersebut akan masuk dalam pikiran si anak dan akan menancapkan kaki-kaki negatif dalam dilri anak. Kaki-kaki negatif dapat dibabat dengan cara (a) discovering ability dan (b) minta maaf
4. Anak belajar dengan cara belajarnya, yaitu cara yang disukainya
*ga selalu harus duduk manis di meja belajar*
5. Anak selalu dilatih dan ditantang untuk kreatif.
*apabila 1 proyek kreatif berhasil akan ”ketagihan”*
DUA RASASA PEMBUNUH KREATIVITAS
a. Closing test
Mengukur kecerdasan dalam arti ”sempit”, hanya 1-2 kecerdasan yang diukur.
*anak mendapat nilai 3 untuk ulangan matematika, berasa ”habis” dunia akhirat*
b. Disability test
Hanya berusaha menemukan kelemahan anak
*seseorang apabila di-fokuskan pada kelemahannya,.. maka orang tersebut akan sulit untuk ”berkembang” dan menemukan benefiditasnya
PROYEK KREATIF DIRUMAH BERDASARKAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLEGENCE
1. Kecerdasan Bahasa
a. Menjadi reporter berita *si anak baca headline di koran*, dibacakan di depan keluarga
b. Membuat buletin keluarga
c. “cerita Heboh” hari ini di sekolah
d. Rekaman rahasia *pake MPEG-3, si anak merekam suaranya,.. lalu hasil rekaman di dengar bersama-sama*
e. Kultum 7 menit *mengenai apa aja*
f. Pesan rahasia *si anak menulis di kertas tentang apa aja *termasuk misalnya keinginannya*, digulung dan imasukkan ke botol,..nanti pesan tersebut dibaca oleh ortunya.
g. Diskusi *meminta anak untuk memberikan alternatif solusi*
h. Cerpen mini
i. Catatan mimpi *anak menulis mimpinya*
j. Scrabble
k. Kalimat hari ini *anak diminta menyusun suatu kalimat dari beberapa kata yang diacak*
2. Matematis Logistis
a. Membuat suatu percobaan sederhana *ide dapat diambil misalnya dari 1.000 penemuan einstein.
b. Mencatat logistik *menghitung berapa sendok, piring, dll yang ada di dapur*
c. Hipotesaku, *membiasakan anak untuk memberik hipotesa tentang suatu masalah*
d. Teka teki hari ini *bisa berupa teka teki jail*
e. Video Games *sebenarnya merangsang beberapa aspek kecerdasan, karena didalamnya ada ”pengambilan keputusan” atau spasial visual, namun harus ada ”frame time” mengenai kesepakatan waktu”
3. Spasial Visual
a. Desain buku *anak menyampul buku dengan karyanya*
b. Warna dunia *mencampur2 warna dari 3 warna dasar, ditulis campurannya, nama warnanya dan dipamerkan*
c. Kolektor *mengkoleksi hasil karya anak*
d. Ahli puzzle, *cari gambar di internet/koran.. digunting2.. dan ditempelkan kembali*
e. Simbol rumahku, *anak diminta menggambar simbol tentang segala sesuatu di lingkungan rumah, mulai dari pintu pagar, dapur, kamar, dll*
4. Kinestetis
a. Karyaku, *anak dibiasakan membuat kerajinan tangan berbagai karya, dipajang*
b. My sport, *fokus untuk menyenangi dan melakukan olahraga rutin yang disenangi*
c. Menari
d. Permainan rakyat, *gobak sodor, benteng2an, engklek,*
e. Bermain layang2
f. Kerajinan tangan *misalnya origami*
5. Interpersonal
a. Memimpin acara keluarga, *misalnya si anak memimpin doa*
b. Membuat acara unik mingguan *seputaran rumah atau tetangga*
c. Silaturahmi, *berkunjung ke rumah saudara atau teman, dan memberikan tugas *khusus* (tanya kakak x, pelajaran sekolah yang paling sulit buat kakak x apa)
d. Telepon/sms keluarga dekat
e. Mengunjungi musibah ” menggugah empati anak*
f. Membuat pohon keluarga, *tanya ke kakek, nenek*
6. Intrapersonal
a. Membuat diary, *tidak usah menerapkan SPO, atau membuat puisi*
b. Koleksi tokoh, *memberikan caraan tentang tokoh-tokoh yang berhasil di berbagai bidang*
c. Bermain peran, *anak menjadi ortu, dan mencoba mengatasi suatu permasalahan yang dihadapi anaknya*
d. Membuat jadwal aktivitas mingguan s/d bulanan.
e. Muhasabah kid, *membuat buku anggaran amalan kebaikan dan kejelekan, misalnya di akhir minggu dihitung: masuk surga atau neraka*
7. Naturalis
a. Memelihara binatang yang disukai dan memberi nama pada binatang tersebut.
b. Memelihara tanaman dan memberi nama