Wednesday, May 20, 2009

QT3: Siklus Perkembangan Otak Anak


Catatan dari Quality Time @ Laz Cinere
Sabtu, 16 Mei 2009
09.00 – 12.00
Narasumber: Munif Chatib

PEMBUKAAN: 
Target dari sesi kali ini:
Pulang dari QT hari ini, orangtua dapat berlaku “adil” kepada anaknya. “adil” disini adalah dapat menempatkan sesuatu pada “tempat”-nya. 

Saat ini masih banyak ortu yang berlaku tidak adil, dimana anak berada pada fase A, tetapi menggunakan pendekatan pendekatan untuk anak yang ada di fase B.

Dalam kehidupan ini, semua orangtua ingin membuat sang anak “sukses”. 

Bagaimana orangtuda dapat mengantarkan anak menuju kesuksesan?…ada strateginya… diimana ORANGTUA HARUS MEMAHAMI:
1. siklus kompetensi dan pertimbuhan otak anak.
- sehingga dapat ”memperlakukan” anak dengan adil.
2. multiple intellegencies anak.
 ortu daoat mengetahui ”bakat” dan ”keunggulan” anak, sehingga dapat mengarahkannya dengan benar.
3. konsep ”sekolah unggul” yang benar.
 adanya ”kesepahaman” prinsip antara sekolah dan rumah, sehingga pendekatan yang dipakai sama, mengingat rumah kedua anak adalah sekolah.

Bobbi De Porter, Presiden Learning Forum Supercamp Oceanside California USA mengatakan….
”Pendidikan seorang manusia harus didisain dengan RUMUS AJAIB 7 x 3”, yaitu:
• 7 tahun pertama,.. biarkan anak bebas bermain dan tidak boleh ada hukuman.
• 7 tahun kedua,… kenalkan anak baik dan buruk, hukumlah anak apabila melakukan hal yang buruk.
• 7 tahun ketiga,… beriah anak alternatif-alternatif, biarkan mereka memilih.

”Rumus” tersebut diatas ditemukan oleh Bobbi Porter pada tahun 1999, namun ternyata hal tersebut bukan merupakan ide orisinil dari Bobbi Porter, dimana Bobbi Porter mengutip dari ”pendapat” Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa:
”Biarlah anak-abak kalian BERMAIN dalam 7 tahun pertama, kemudian DIDIK dan BIMBINGLAH mereka dalam 7 tahun kedua, sedangkan 7 tahun ketiga jadikanlah mereka senantiasa bersama kalian dalam MUSYAWARAH dan MENJALANKAN TUGAS.”

Apabila pandangan tersebut dipetakan, maka:
Anak dalam 7 tahun pertama adalah RAJA, 7 tahun kedua adalah PEMBANTU (yang harus taat dalam menjalankan perintah), 7 tahun ketiga menjadi WAZIR (MENTERI) yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya..

Orangtua memiliki ekspekstasi yang bermacam-macam terhadap anaknya, namun.. apabila diringkas,… ekspekstasi orangtua kepada anak-anaknya adalah sebagai berikut:
1. menjadi orang yang berakhlak karimah. ”akhlak” adalah …what you are in the dark..
2. anak memiliki benefiditas (manfaat) bagi dirinya, orangtua, bangsa dan agama.

Lebih jauh lagi,,.. anak ”bermanfaat” memiliki arti yang luas. Anak yang bermanfaat,…tidak selalu harus ”pintar”… namun anak yang ”pintar”… namun tidak disertai dengan akhlak yang baik,.. hasilnya dikuatirkan akan menghasilkan seseorang yang kurang berkarakter dan kurang bermoral.

Apa yang harus diperhatikan orangtua agar sukses mengantarkan sang anak sesuai dengan harapannya?
Apabila 7 tahun ketiga ingin berhasil, maka…
7 tahun kedua harus berhasil, dimana syaratnya
7 tahun pertama harus BERHASIL.

Apabila 7 tahun pertama dilewati oleh orangtua dengan cara yang salah, maka
7 tahun kedua, orangtua akan banyak mengalami hambatan dalam berkomunikasi dengan anaknya, akhirnya…
7 tahun ketiga, si anak tumbuh menjadi pribadi yang kehilangan moral kepercayaan.

Belajar dari pengalaman, apabila orangtua ”salah” melakuan pendekatan,.. pada saat si anak menjadi dewasa akan ”jauh” dengan orangtuanya… padahal pada masa itu,.. kebalikannya.. orangtua yang justru ”tergantung” kepada anaknya… sedangkan si anak malah ”kurang perhatian”/”lupa” kepada ortunya..

7 TAHUN PERTAMA, TAHUN SI RAJA KECIL.
Orangtua seyogyanya:
1. bebas membiarkan anak-anak bertindak, berkeinginan, memberikan perintah, bermain dan bersenang-senang.
 kadang-kadang kita suka bilang:..”anak ga sopan,.. nyuruh2 ortu-nya”… kenapa kita tidak mau disuruh2 oleh darah daging sendiri,… apabila kita ”sukses”di 7 tahun pertama,.. Insya Allah pada 7 tahun kedua, anak akan ”nurut”.

2. memperhatikan mereka dengan santun dan kelembutan dan kasih sayang.
 apabila berbicara dengan anak, lebih baik mata sejajar  lebih mengena

3. memberikan jawaban=jawaban positif atas semua pertanyaan mereka
 pada usia golden age akan timbul banyak pertanyaan,.. jangan di-cut, karena akan membuat semangat si anak menurun dalam fase eksplorasinya.

4. tidak perlu melakukan upaya disiplin yang kaku dan keras.
 percuma apabila menghasilkan disiplin yang negatif.. contohnya,… apabila tidak didepan orangtuanya,. Maka si anak akan melanggar aturan tersebut.
5. anak terdidik dengan mengambil contoh dari orangtua, keluarga, guru dan lingkungannya.
 anak ”belajar” dari learning by doing/example. Jadi apabila kita ingin menyutuh anak sesuatu,.. lebih baik kita menjadi role model.. dan sebaliknya… tindakan negative kita, akan diikuti pula oleh si anak.

6. orangtua hanya menjaga agar kebutuhan anak akan kebebasan senantiasa terpenuhi tanpa harus melupakan keamanan dan keselamatan si anak
 pertimbangkan apakah si anak ”aman” dalam melakukan kreativitas, sehingga ortu tidak meng-cut kreativitas si anak.

7. Orangtua menemani anak dengan kuantitas pertemuan yang banyak.
 salah satunya adalah dengan ”menciptakan” special moment. 
Special moment dapat tercipta diantaranya:
a. Pada waktu bangun tidur *Pada saat anak bangun, yang dilihat pertama kali adalah orangtuanya*
b. Pada saat ”berpisah” ke sekolah atau sebelum berangkat ke kantor… 
c. Pada saat pulang dari sekolah/kantor. *Sebaiknya jangan tanya2 pelajaran pas anak pulang dari sekolah. Apabila orangtua pulang dari kantor dan si anak menyambut dengan ceria.. tandanya.. si anak ”dekat” dengan ortunya*
d. Pada saat anak akan tidur, wajah terakhir yang dilihat adalah wajah kedua orangtuanya.. *apalagi kalo ada ”ritual” tertentu.. akan meninggalkan kenangan yang indah buat si anak*

Hasil yang luar biasa, apabila guru/orangtua berhasil mendidik anaknya dalam 7 tahun pertamanya:
1. Berkembangnya bakat terpendam dalam diri anak.
dengan adanya kebebasan, anak akan leluasa dalam menuangkan kreativitasnya tanpa ”takut”  bakat terpendam akan muncul  tinggal ortu/guru yang mengarahkannya.

2. Timbulnya ”kepercayaan” anak terhadap guru/orangtua
Apabila ortu tanggap terhadap kebutuhan anak secara jasmani dan rohani  anak akan menanamkan rasa percaya pada ortunya.
 PR untuk orangtua agar ”trust” anak diberikan kepada kita.

3. Kesiapan anak dalam menghadapi masa ketaan (7 tahun kedua).
Apabi,a guru/ortu mempunyai rasa percaya terhadap anaknya, dan sebaliknya,  anak akan senantiasa mendengarkan nasehat, saran dan menerima larangan2 yang masuk akal dari guru/ortunya.

4. Ketenangan psikologis anak selama masa berikutnya.
”Betapa baiknya masa kecil seorang anak yang dilalui dengan penuh aktivitas dan penuh kenakalan, sehingga pada masa dewasanya akan menjadi orang yang tenang dan sabar”
(Muhammad Rasulullah SAW).

Menurut Dr A Joseph Bursteln:
a. 99% permasalahan yang dialami anak berusia ”golden age” berasal dari kesalahan orangtua dan guru di sekolah formal.
Anak-anak ”tidak salah”,.. yang harus berubah adalah ”ortunya”
Sofa mahal diloncat2i,.. yang salah adalah ”sofa”-nya.. kenapa ”nyaman”, sehingga anak-anak tertarik untuk bereksplorasi  orangtua harus memfasilitasi agak ”kreativitas” dapat tersalurkan.

b. Rumah dan sekolah seperti ”penjara”, akan mengekang kebebasan anak untuk bertindak.
”karakter” adalah what you are in the dark.
Karakter ada di alam bawah sadar (80-85%).
Alam bawah sadar terdiri dari:
1. memori  harusnya diisi dengan kenangan2 yang indah, 
2. self image  julukan yang kita berikan kepada anak,
3. personality
4. habit
Hubungannya antara ke-empatnya:
Apabila dalam diri anak terdapat banyak memori negatif dan ditambah dengan self image yang terbentuk *misalnya kita men-cap anak ”tidak bisa”*.. maka akan terbentuk personality yang negatif (quitter/sombong).. dan akan menimbulkan habit yang negatif pula.

c. Berharap anak disekolah/rumah menuruti perintah guru/ortu untuk selalu tenang dan diam adalah sebuah kesalahan besar.
 lebih baik, ortu/guru yang masuk ke dunia anak,…

Menurut Benjamin S. Bloom, dalam Stability and Change in Human Characteristic membuktikan bahwa:
50% kemampuan belajar seseorang ditentukan dalam 4 tahun pertamanya,
30%-nya dikembangkan dalam usia 5 – 8 tahun, dan sisanya
20% pada usia 9 tahun ke atas.

MASA 7 TAHUN KEDUA,MASA PRA REMAJA
1. Perubahan dalam bentuk fisik.
2. Mampu membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam batas tertentu
3. Kewajiban mendengarkan dan mentaati perintah orangtua.
4. Awal pembelajaran tentang tanggung jawab.
5. Punishment diperbolehkan ddalam alasan dan batas waktu tertentu.
6. Penerapan disiplin, pengawasan dan kemandirian anak.
7. Tahapan yang paling penting dalam pengembangan daya pikir, ketajaman ingatan dan kecepatan dalam melakukan tindakan.
8. Pendidikan adab dan akhllak sangat dominan pengaruhnya untuk kelanjutan tahapan selanjutnya

MASA 7 TAHUN KETIGA, MASA REMAJA
1. Mempunyai ciri dominan perasaan yang peka
2. Masa proses pencarian dan penentuan figur yang diikuti dalam rangka proses pencarian jati diri.
3. Masa pelaksanaan dan tanggung jawab akan tugas harian, sosial dan masyarakat.
4. Tumbuh kebutuhan untuk didengar pendapatnya.
5. Masa yang paling penting untuk menunjukkan eksistensi dan benefiditas kualitas manusia.

Posted by mamabumi in 23:30:37 | Permalink | No Comments »

Sunday, May 17, 2009

Udah gede…

setting: bumi lagi di kamar baru selesai mandi siang,,.. mau ke ultah-nya aira.mama lagi pake-in bajunya bumi, bumi meneruskan games yang tadi dimainkan oleh papa dan ade (girly games: yang pake2in baju n things ke tubuhnya si model).

tau2,.. pas pake-in celana dalam….

mama:.. kakak.. kok penisnya keras?

bumi: iya, mengeras sendiri,.. kakak pengen cium2 yang itu..abis cantik deh…

*papa selesai mandi, mama lapor ke papa..*

bumi: papa nemu games ini dimana sih?

papa: kakak,.. ini games untuk untuk orang gede,..kakak jangan deh main games itu lagi..

Posted by mamabumi in 09:16:48 | Permalink | No Comments »

Thursday, May 14, 2009

One-ribet-day

Kejadiannya hari rabu kemarin,… bukan saya.. tapi FAZ bersama anak-anak.

Hari rabu, FAZ punya niat untuk mengantarkan bumi ke sekolah. kebetulan ada meeting di sunter… jadi bisa berangkat agak siang. Jadilah saya pergi ke kantor “nebeng” sama aki, terus naik dephub.

Sebetulnya tanda-tanda sudah kelihatan. (1) Bumi tidak mau sarapan; (2) Pas saya pamit ke bumi, dan bilang bahwa hari ini papa yang akan mengantar ke sekolah… bumi malah bilang…”mau sama mama”…. tapi kami acuhkan…

Ternyata: (1) Tas bumi ketinggalan!…*bumi sudah dibujuk supaya masuk ke kelas dulu, nanti tas akan diantar,.. tapi ga mau!..* lagi ribet2nya merayu bumi dan berusaha untuk mendatangkan si tas,… (2) Ade pup!.. *ade sekarang kalo siang ga pake pampers,.. sekalipun pergi…* (3) Ani ga bawa kerudung!…

Bagaimana cara menyelesaikan masalah?.. (1) Mba Imas naik ojeg untuk ambil tas..(2) Terpaksalah aa yayammhh yang “turun” tangan untuk meng-handle ade!..

Yang baru saya tau..*saya tanyakan keesokan harinya, mengingat aa yayammhhh pasti bete berat*: (a) aa yayamhh harus melewati kerumunan ibu-ibu di laz pada saat membawa ade ke kamar mandi… (awalnya membopong ade dengan posisi tengkurap,lama di toilet sekolah lalu setelah selesai menggandeng ade.. pasti para ibu2 itu tau yaa.. “apa yang terjadi)… (b) miting di sunter terpaksa di reschedule... (c) aa yayammhh harus menunggu 1 jam di BR.. (padahal akan dilanjutkan dengan miting di sunter).

Membayangkan hal ini,.. saya mesem2 aja………duuuh… keputusan saya untuk tidak berkirim2 pesan kepada aa yayammhhh pas hari rabu kemarin, sepertinya keputusannya tepat.. daripada mendapat balasan yang memperlihatkan ke-bete-annya….

sabar ya hun,… kan gara2 kejadian itu,…sekarang ade mau dipeluk kan…. kalo pagi2…*sebelumnya ade lebih memilih aki*

Posted by mamabumi in 22:22:09 | Permalink | No Comments »

Sunday, May 10, 2009

Pertarungan

jobdesc mama kalo dirumah yang utama pas weekend adalah: (1) nyuapin; (2) mandiin; (3) nemenin.

kalo nyuapin, walaupun dalam waktu yang bersamaan dan menu yang sama.. kebanyakan harus 2 piring. satu piring kakak, dan satu lagi piring ade….

si kakak minta, piring kakak yang harus dipegang,..*artinya piring ade yang ditaro di lantai,.. secara makannya ga biasa di meja makan*.. nah.. nanti tinggal tuh… sesuap kakak… sesuap ade..

kakak, punya jiwa kompetisi yang sangat,.. bayangin aja… ntar suka nanya..”kakak udah berapa suap ma?… ade berapa suap?”… kalo ade punya suapan yang lebih… marah2lah si kakak.. sampe2… mama harus menyuapkan 2-3 suapan dulu ke kakak.. baru ke ade…*yang ada, ade malah bengong… dan sabar menanti*..

kalo makan sama balado… yang punya kakak: hanya di cocol aja sambelnya *ga boleh ada cabe-nya*.. kalo si ade?.. harus kliatan si cabe!!.. nanti ade bilang…”ga pa pa kok.. ga pa pa”….

minum,.. walopun dengan minuman yang sama,.. harus 2 juga…. kalo cuman 1 gelas,.. kebanyakan si ade ga boleh minum dari gelas si kakak!….

tapi, menurut saya.. ade masih lebih jawara.. secara ade masih mau makan sayur.. kalo mama lagi makan pecel or soto ayam,.. se-pedes apapun.. rasanya ga afdol.. kalo ade ga minta….

dalam urusan mandi-pun ga jauh beda..

kalo ketauan ade mandi lebih dulu,.. ga lama si kakak nyusul.. daaan…. gimana caranya si kakak harus “menang”.. akhirnya si ade “lagi2″ harus ngalah…. maksudnya… ade harus “nunggu” giliran kembali….walopun.. misalnya si ade udah selesai duluan,.. tetep ga boleh handukan sebelum kakak handukan….

lini terus berlanjut… sampe pake baju…kalo si ade udah duluan,. kadang2 harus tuh celana ade dibuka lagi,… *biar kakak menang*

untuk urusan tidur aja.. ade lebih sedikit menang… *karena masih nenen*… jadi mama harus berakrobat,… badan menghadap ade *sambil nenen*.. nanti tangan kanan harus “pok-pok” kakak… *kalo ga pokpok… tangan harus memegang buku sambil baca*

alhamdulilaaah…. kakak n ade masih punya bonding yang besar sama mama yaa.. walopun ditinggal kerja

Posted by mamabumi in 14:58:39 | Permalink | No Comments »

Dicari: Proyek Kreatif

masih berusaha untuk mengamalkan apa yang didapat dari QT. terutama untuk: (a) nahan emosi dan (b) menjadi lebih kreatif.

minggu pertama minggu lalu).. cuman bawa print out gambar ben10 dan dora.. hihihi….. bumi n kira suka banget.. 

bumi tau aja gimana nyenengin orang2… sekarang ditambah bilang gini…”makasih mama baik.. makasih papa baik”.. sama hore-nya itu looh.. kayaknya “dalem” banget.

minggu lalu ditambah “mengkaryakan” bumi untuk bantuin ngelap kaca kamar mandi… ini terunpsirasi dari peringatan “hari bumi” di laz.. anak3 disuruh bawa alat bebersih… akhirnya bumi dibiarkan memegang semprotan kaca n lap…. lumayaaaan…… ada energi bumi yang disalurkan ke tempat lain.. *walopun ngabisin 1/3 botol alat pembersih kaca itu*

proyek lainnya…:bikin jelly… tadinya mau disuruh ngaduk2 “adonan” di atas kompor… cuman sebentar… mungkin panas… akhirnya in charge untuk memasukan adonan ke cetakan.. hehehe.. bleber ke mana2  *lantai^.. untung adonan yang tercecer di lantai.. beberapa menit kemudian ikut mengeras.. jadi ga terlalu bikin becek dapur…

minggu ini,… sama.. bantuin bersihin kaca kamar mandi *secara noda air blom ilang2 juga* dan sore tadi bantuin papa : cuci mobil.. hehehe… masih standar… blom yang advanced2 banget..

minimal satu yang harus ditanamkan:.. “jangan banyak larangan”,… liat dari segi keingintahuannya..

1 proyek yang saya janjikan ke bumi yang belom direalisasikan… inventaris barang2 didapur…. hahaha.. ga kebayang.. pasti banyak deg-deg-annya.. kalo ngebongkar n ngitungin piring n gelas2….

aa yayammhhh.. juga berperan… kalo dia sih.. dari segi olah raga…. kalo kemaren2 bumi seneng main badminton sama mama *ada kemajuan,.. sekarang sudah bisa memukul kok sendiri… dan mengembalikan pukulan dari mama…*.. sekarang seneng nendang bola…. dulu… sama aa yayammhh.. dibeliin bola *beneran*.. maksudnya bola untuk standar main bola dewasa… bola kulit…. nah si bola ini harus dilambungkan dulu.. baru ditendang…. jadi,.. karena bolanya “berat”… yang ada bumi malah ganggu ade…

kemarin mampir di toko favorit *toko yang ada di komplek AL*,.. hehehe.. banyak item2 yang murmer.. dan kalo ada kebutuhan,… lumayan ada-lah.. bisa dilewatin sambil jalan “pulang”.. tanpa harus macet n bingung masalah parkir… nemu bola… hehehe.. .. ga sampe sepuluh ribu..langsung aja.. direquest untuk dibeli…..

akhirnya si bola itu bisa melampiaskan kemauannya bumi.. dilambungkan.. terus ditendang….. lumayaaan…. 

minggu depan,… apa lagi yaa kegiatan lainnya?… *mudah2an masih tetep bisa konsisten bikin “proyek” yaa…*

Posted by mamabumi in 14:38:20 | Permalink | No Comments »